Senin, 14 November 2022 11:53 WIB

Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang Nutrisi dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) pada Balita

Responsive image
545
Nyimas Sri Wahyuni, M.Kep,SP,Kep.A - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Gangguan Status Gizi (Malnutrisi) berhubungan terhadap terja dinya ISPA pada balita, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia (Damanik PEG. (2014). Penelitian di

Philipina menemukan adanya peningkatan resiko ISPA pada balita dengan RR 1,2 pada penyakit ISPA dan RR 1,9 padapenyakit Pneumonia (Tupasi et al, 2014)  Penelitian lain yang dilakukan di Guatemala tidak menemukan hubungan status gizi dengan ISPA (Cruz et al, 2011)

Malnutrisi menyebabkan resistensi terhadap infeksi menurun oleh efek nutrisi yang buruk hal tersebut terbukti yang disertai pagositosis yang menurun dan lekopeni (Damanik PEG. (2014).  Penelitian Fatmi et al (2002) menyatakan bahwa gizi kurang dan gizi normal tidak berbeda risikonya terhadap batuk pilek, kecuali pada keadaan kurang gizi kronis (aOR-2,2: 9596 CI: 1,00-5,23)  Penelitian Widyastuti menyatakan pemberian ASI Eksklusif dapat mencegah bayi usia 6-12 bulan di provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2007 untuk menderita gizi kurang (OR-0,44: 95926 CI: 0,25-0,76) secara statistik bermakna dengan nilai p-0,00 Diet berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh terhadap berbagai  penyakit menular (Sloan et al., 2017). Studi Purvana (2014) menunjukkan bahwa status gizi pada anak berhubungan dengan gejala batuk dan pilek.

Pendidikan ibu dan nutrisi balita. Diharapkan semakin tinggi tingkat pendidikan ibu  akan semakin mudah  menerima pesan. Memahami upaya kesehatan dan  pencegahan penyakit pada anak kecil. Studi oleh Savita dkk (2017) dari 104 subjek didapatkan hasil bahwa 63.596 ibu tidak Pendidikan dan mereka yang memiliki gelar sarjana - 0,9626 pada dalam studi yang sama, hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan Ibu dengan infeksi saluran pernapasan akut dengan p0.001.

Pengetahuan ibu dan nutrisi balita. Peran kesadaran ibu dalam risiko  ISPA terkait  Motivasi ibu untuk mengasuh anak. Dari faktor pengetahuan merupakan faktor predisposisi yang mempengaruhi motivasi awal  berperilaku baik. Beberapa wanita atau ibu rentan terhadapnya Mereka lebih suka mengganti kebiasaan menyusui anaknya sendiri menggunakan pengganti susu  atau susu formula mempengaruhi  kesehatan bayi dan anak kecil. Kesadaran ibu tentang ISPA dapat diperoleh dari pengalaman, informasi dari orang lain, bacaan, media informasi  seperti radio, televisi, dll.

Penelitian yang dilakukan Chandrawati PF dan Alhabsyi FN. (2014) menyimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan ibu maka akan memberikan kes empatan empat kali lebih besar dibandingkan pengetahuan buruk untuk memberikan ASI eksklusif (OR- 4.548:CI 9526: 1.49-13,83) Menurut Penelitian Ariyanto (2008) di Kabupaten Bogor menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang ISPA rendah mempunyai peluang meningkatkan resiko kejadian ISPA pada balitanya sebesar 3, 67 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu balita yang mempunyai pengetahuan yang baik tentang ISPA  2.4.8 Pekerjaan Ibu Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nuryanto (2002), menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif dan menunjukkan bahwa ibu yang bekerja empunyai resiko 1,6 kali untuk menghentikan pemberian ASI saja dibandingkan ibu yang tidak bekerja

 

Referensi:

Chandrawati PF dan Alhabsyi FN. (2014). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Terhadap Frekuensi Kejadian ISPA pada Balita Usia 1-4 Tahun. Jurnal kesehatan. Vol 10 No. 1 Tahun 2014.

Dahlan MS. (2011). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Damanik PEG. (2014). Hubungan Status Gizi, Pemberian ASI Eksklusif, Status Imunisasi Dasar dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Anak Usia 12-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Kota Medan.[Skripsi Ilmiah]. Sumatera Utara: FKM USU.

Departemen Kesehatan RI. (2005). Pharmaceutical Care untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Endah PN, Daroham, dan Mutiatikum. (2019). Penyakit ISPA Hasil Riskesdas di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan Supplement 2019: 50-55.

Fibrila F. (2015). Hubungan Usia Anak, Jenis Kelamin dan Berat Badan Lahir Anak dengan Kejadian ISPA. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. Volume VIII No.2 Edisi Des 2015, ISSN: 19779-469X.

Sumber Gambar: gambartercantik.blogspot.com