Selasa, 11 Oktober 2022 12:21 WIB

Maskne (Mask Acne): Masalah Baru Pandemi COVID-19

Responsive image
2099
Dr. dr. IGN Darmaputra, Sp.KK (K) FINSDV, FAADV - RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah

COVID-19 yang dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) sejak awal 2020 telah memberi dampak yang signifikan untuk kesehatan, ekonomi, bahkan pendidikan setiap negara di seluruh dunia. WHO merekomendasikan untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai tindakan pencegahan COVID-19. Tindakan-tindakan pencegahan ini, khususnya memakai masker, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari setiap orang, sebagai aktivitas “new normal”.

Penggunaan masker yang sering dan dalam jangka waktu yang lama membawa permasalahan baru, yakni munculnya jerawat yang disebabkan oleh penggunaan masker, atau yang dikenal dengan istilah maskne (mask acne). Maskne merupakan varian acne mechanica, yang disebabkan karena adanya perubahan lingkungan kulit dan friksi berulang akibat penggunaan masker yang lama. Kondisi ini akan mengganggu mikrobioma kulit sehingga menyebabkan kelembaban, pertumbuhan bakteri, dehidrasi kulit, dan obstruksi kelenjar minyak.

Maskne dicurigai apabila terjadi pemburukan kondisi jerawat yang sudah ada, atau munculnya jerawat yang baru pada daerah yang tertutup oleh jerawat enam minggu sejak penggunaan masker pertama kali. Maskne dapat dibedakan dengan jerawat yang biasa muncul dengan melihat pola penyebaran jerawat tersebut. Jerawat fisiologis biasanya muncul pada T-zone, jerawat orang dewasa biasanya muncul pada U-zone, dan jerawat akibat maskne biasanya muncul pada O-zone.

Maskne dapat diobati dan dicegah dengan langkah-langkah berikut:

  • Cleansing; membersihkan kulit wajah dengan pembersih yang lembut.
  • Skincare; hindari produk skincare yang mengandung alkohol, asam salisilat, dan retinol karena dapat menyebabkan risiko oklusi dan dermatitis kontak iritan.
  • Moisturizer; melembabkan dengan menggunakan serum, lotion, dan krim untuk menjaga kesehatan dan barrier kulit.
  • Topical acne treatment; dengan menggunakan agen aktif sesuai anjuran dokter.
  • Sunscreen; penggunaan tabir surya harus dilakukan secara hati-hati, terutama pada daerah kulit yang tertutup dengan masker karena dapat menyebabkan penyumbatan dan meningkatkan kelembaban.
  • Pemilihan bahan masker; yang sesuai dengan tujuan (medis, respirator, dll.) Pastikan juga untuk menjaga higienitas dengan tidak menggunakan masker sekali-pakai berulang kali.

Referensi:

Teo WL. The “Maskne” microbiome–pathophysiology and therapeutics. International journal of dermatology. 2021 Jul;60(7):799-809.

Gomolin TA, Cline A, Russo M. Maskne: exacerbation or eruption of acne during the COVID-19 pandemic. SKIN The Journal of Cutaneous Medicine. 2020 Aug 29;4(5):438-9.

Teo WL. Diagnostic and management considerations for “maskne” in the era of COVID-19. Journal of the American Academy of Dermatology. 2021 Feb 1;84(2):520-1.