Senin, 26 September 2022 14:57 WIB

Stimulasi Industri Anak dan Stimulasi Motorik dengan Terapi Kelompok Terapeutik

Responsive image
216
Nyimas Sri Wahyuni, M.Kep,SP,Kep.A - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Terapi Kelompok Terapeutik dilakukan pada anak usia sekolah. Adapun tujuan yang diharapkan adalah agar anak mampu meningkatkan kemampuan dalam memberikan kebutuhan tahap tumbuh kembang anak baik secara kognitif maupun psikomotor. Terapi ini dilakukan pada kelompok anak usia sekolah, dengan delapan aspek perkembangan yang dibutuhkan anak sesuai dengan tahap tumbuh kembangnnya, delapan aspek tersebut antara lain aspek motorik, kognitif, bahasa, emosi, kepribadian, moral, spiritual dan psikososial secara kognitif dan psikomotor. Terapi kelompok Terapeutik dilakukan untuk membantu anak usia sekolah dalam membantu mengatasi stres emosional yang diakibatkan karena terjadi penyimpangan perilaku anak karena tidak terpenuhinya kebutuhan perkembangan, serta penyakit fisik krisis, tumbuh kembang, atau penyesuaian sosial.

Pelaksaanaan terapi ini menggunakan area di komunitas dapat dilakukan di rumah sakit atau pada kegiatan posyandu, balai pertemuan, ataupun sarana lainnya yang tersedia di masyarakat. Metode yang dilakukan adalah dinamika kelompok, diskusi, tanya jawab dan role play.

Strategi pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik anak sekolah dibagi menjadi tujuh sesi antara lain sesi pertama stimulasi industri anak usia sekolah, sesi kedua stimulasi psikomotor, sesi ketiga adalah stimulasi kognitif dan bahasa, sesi empat adalah stimulasi emosi dan kepribadian, sesi lima adalah stimulasi aspek moral dan spiritual, sesi enam adalah stimulasi aspek psikososial dan sesi tujuh adalah sharing pengalaman. Strategi pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik ini merupakan modifikasi tahapan terapi kelompok terapeutik oleh Mackenzie, (1997) modifikasi dari Townsend, (2000) dan menurut Stuart dan Laraia, (2005) serta modifikasi terapi kelompok terapeutik dari Trihadi (2009).

Sesi Pertama : Konsep Stimulasi Industri Anak

Kegiatan yang dilakukan adalah mengajak anak usia sekolah khususnya  usia 9 – 11 tahun berdiskusi tentang pengalamannya, kebutuhan tahap tumbuh kembang, penyimpangan perilaku masa anak usia sekolah dan bagaimana selama ini kebutuhan perkembangannya diterima. Sehingga diharapkan hasil dari sesi ini, orang tua dan guru mengetahui kebutuhan perkembangan masa usia anak sekolah, penyimpangan perilaku masa usia anak sekolah serta masalah yang muncul dan kebutuhan sesuai tahap perkembangan masa anak usia sekolah.

Sesi Kedua : Stimulasi Aspek Motorik

Perkembangan aspek motorik anak usia sekolah distimulasi oleh terapis dengan melatih kemampuan motorik anak baik motorik kasar maupun motorik halus. Kemampuan motorik kasar : melompat jauh, loncat tali, berjingkrak, dan merubah arah dengan cepat, naik sepeda, berlari, dapat mengenakan pakaian tanpa dibantu, senam, berenang, menggunakan alat-alat olah raga, baris-berbaris, sedangkan kemampuan motorik halus meliputi: anak menulis dengan tulisan sambung, menggambar dengan adanya pola atau objek, memotong kertas dengan mengikuti pola, melempar, menangkap bola, serta memainkan benda-benda atau alat-alat mainan.

 

Referensi:

CMHN. (2006). Modul Basic Course Community Mental Health Nursing. Jakarta: WHO.FIK UI

Dayat, Trihadi. (2019). Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Kemampuan Keluarga dalam Memberikan Stimulasi Perkembangan Dini Usia KanakKanak di Kelurahan Bubulak Kota Bogor: Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia

Damayanti, Rika. (2019). Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Terhadap Kemampuan Ibu dalam Memberikan Stimulasi Perkembangan Inisiatif Anak Usia Pra Sekolah Di Kelurahan Kedaung Bandar Lampun: Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia

Keliat, Budi Anna (2018) . Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa. Edisi I. Jakarta : EGC

Keliat, Riasmini, M., & Daulima, N.H.C (2017). Efektifitas penerapan model community mental health nursing terhadap kemampuan hidup klien dengan gangguan jiwa dan keluarga di wilayah DKI Jakarta, Riset DRPM UI.

Keliat, Akemal, Daulima, N. H. C., & Nurhaeni, H. (2019). Keperawatan kesehatan komunitas Jiwa: CMHN basic couse, Jakarta : EGC.

Sumber Foto : sugriwagambar.blogspot.com

( DOC, PROMKES RSMH)