Sabtu, 16 September 2023 21:20 WIB

Cegah Kebutaan, RSUP Dr Sardjito Kerjasama Dengan PERDAMI DIY Adakan Baksos Operasi Katarak

Responsive image
Humas - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta
270

Tawangmangu (16/09) - RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang DIY menyelenggarakan rangkaian bakti sosial dalam rangka World Sight Day Tahun 2023. Kegiatan dilaksanakan di Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Pelayanan Kesehatan Tradisonal RSUP Dr Sardjito Yogyakarta yang berada di Tawangmangu dengan sasaran masyarakat Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Bakti sosial ini dihadiri oleh para Stakeholder Kabupaten Karanganyar, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Camat Tawangmangu, Danramil Tawangmangu, Kepala Puskesmas Tawangmangu, Perwakilan dari Polsek Tawangmangu, serta Tim PERDAMI DIY.

Kegiatan dimulai pada pukul 06.30 WIB dengan rangkaian pemeriksaan pasien katarak dan pterygium yang akan menjalani operasi pada hari tersebut. Secara parallel, dilakukan ceremony pembukaan yang diawali dengan sambutan Kepala UPF Yankestrad Tawangmangu dr. Ulfatun Nisa, M. Biomed yang menyampaikan tujuan kegiatan bakti sosial untuk membantu mencegah penurunan fungsi penglihatan akibat katarak dan pterygium bagi masyarakat di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya, membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan mata, memperkenalkan pelayanan kesehatan tradisional dengan modalitas keterampilan, meliputi akupuntur dan akupresur, serta layanan fisioterapi dan konsultasi gizi serta memperkenalkan layanan pengobatan konvensional di UPF Yankestrad Tawangmangu, RSUP Dr. Sardjito.

Dalam sambutannya Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr. Eniarti, Sp. KJ., M. Sc, M.M.R mengatakan bahwa saat ini Balai Besar Tanaman Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat tradisional (B2TOOT) telah diintegrasikan oleh Kementerian Kesehatan dengan RSUP Dr. Sardjito menjadi UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu - RSUP Dr. Sardjito sehingga Aset UPF Tawangmangu dapat lebih dimanfaatkan dan akses kesehatan dapat dijangkau oleh masyarakat sekitar.

“Di era transformasi Kementerian Kesehatan telah mengawinkan  Balai Besar Tanaman Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat tradisional (B2TOOT) dengan RSUP Dr. Sardjito menjadi UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu - RSUP Dr. Sardjito, sehingga Aset UPF Tawangmangu dapat lebih dimanfaatkan dan akses kesehatan dapat dijangkau  oleh masyarakat sekitar. Ke depan klinik Pratama ini akan dikembangkan menjadi Klinik Utama, dimana dokter spesialis RSUP Dr Sardjito dapat memberikan pelayanan spesialis di UPF Tawangmangu sehingga akses kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat lebih dapat dipenuhi. Lebih jauh lagi dijelaskan pelayanan Tawangmangu tidak hanya untuk orang sakit, namun untuk orang sehat melalui program preventive dengan mengembangkan program Wellness Center sehingga tidak hanya tindakan kuratif tetapi lebih komprehensif dari preventif sampai rehabilitatif” 

Seperti kita tahu bahwa saat ini angka kebutaan di Indonesia sebesar 3%, yang berarti ada sekitar 8 Juta yang mengalami kebutaan. Penyebab kebutaan yang utama adalah karena katarak, kelainan refraksi, glaucoma serta penyakit mata diabetic. Ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang mengalami kebutaan karena katarak dan jumlah ini akan terus bertambah seiring bertambahnya penduduk usia lanjut di Indonesia. Sementara jumlah operasi katarak yang dilakukan oleh dokter di rumah sakit di Indonesia masih belum mampu mengatasi permasalahan ini. PERDAMI atau Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia memiliki tugas untuk membantu memperluas akses operasi ini pada masyarakat, sehingga dilaksanakan bakti sosial operasi katarak  di daerah, papar Dr. dr. Purjanto Tepo Utomo, Sp.M (K) mewakili Ketua PERDAMI dalam sambutannnya.

Bakti Sosial kali ini menitikberatkan pada pencegahan dan pengobatan bagi masyarakat dengan kelainan kesehatan mata berupa katarak dan ptyrigium. Sebelum menjalani operasi pasien dilakukan skrining, berupa pemeriksaan dokter, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula, pemberian tetes mata. Rangkaian kegiatan Bakti Sosial Operasi Mata Katarak dan Pterygium telah dimulai dengan kegiatan skrining pada tanggal 9 September 2023. Dari 61 peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 47 lolos untuk dilakukan operasi yang akan dibagi menjadi 2 termin kegiatan operasi. Pada termin pertama operasi dilakukan pada 22 peserta dengan rincian 16 peserta dengan penyakit katarak dan 6 penyakit pterygium.

Evaluasi paska operasi akan dilakukan 1 hari pasca operasi yaitu tanggal 17 September, kontrol berikutnya 7 hari pada 23 September serta 1 bulan setelah operasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2023. Operasi termin kedua akan segera dijadwalkan dan dilaksanakan untuk membantu 25 pasien yang juga membutuhkan tindakan, agar penglihatan kembali terang.

Begitu pentingnya mata bagi kehidupan, oleh karenanya deteksi dini penyakit mata  menjadi penting untuk masyarakat khususnya masyarakat Karanganyar  dan sekitarnya. Kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak melalui serangkaian pemeriksaan oleh tim dokter mata. Harapannya melalui kegiatan dan kerjasama ini, makin meluas dan makin memberikan manfaat bagi masyarakat dan akses kesehatan dapat lebih mudah diperoleh untuk masyarakat Indonesia.