Kamis, 31 Agustus 2023 10:14 WIB

Apa Itu Rosacea, dan Apa Pemicu Terjadinya?

Responsive image
3682
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Beragam jenis penyakit kulit mungkin perlu diketahui setiap orang agar bisa tahu cara mengatasinya. Termasuk penyakit kulit yang bernama rosacea atau rosasea. Penyakit kulit ini dimulai dengan kulit yang memerah atau wajah menjadi merah. Seiring berjalannya waktu, kemerahan tersebut akan menutupi lebih banyak area pada kulit. Rosasea biasanya dimulai dari pipi kemudian menyebar ke hidung, dahi, dagu, telinga, dan bahkan mata dan dada, yang bisa terasa luar biasa. Rosacea adalah penyakit kulit yang menyebabkan kemerahan terus-menerus dan benjolan kecil seperti jerawat. Ini termasuk kondisi kulit kronis sehingga Anda harus mengobatinya dan mengendalikannya, tetapi tidak ada obatnya. Penyakit ini mungkin muncul dalam bentuk yang berbeda dan mulai pada usia yang berbeda. Biasanya dimulai sekitar usia 30 tahun, tetapi seseorang yang lebih muda juga dapat mengalaminya. Terlepas dari itu, sangat penting untuk segera menemui dokter kulit setelah Anda menduga Anda mungkin mengalami gejala. Sebab, seiring berjalannya waktu, kemerahan menjadi lebih intens dan menyebar. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah terlihat, peradangan, jerawat dan mata merah. Rosacea dapat terjadi pada siapa saja, tetapi umumnya menyerang wanita usia paruh baya yang berkulit terang. Gejala rosacea bisa hilang timbul dan umumnya berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan.

Penyebab Rosacea

Penyebab rosacea belum diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini diduga terjadi karena faktor genetik dan lingkungan. Selain itu, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya rosacea, yaitu :

1.      Terpapar sinar matahari.

2.      Terkena angin yang kencang.

3.      Terjadi perubahan suhu udara dingin atau panas yang esktrem.

4.      Mengonsumsi makanan pedas atau minuman panas.

5.      Mengonsumsi minuman beralkohol.

6.      Minum obat-obatan yang bisa melebarkan pembuluh darah, seperti obat antihipertensi.

7.      Mengalami efek samping penggunaan produk perawatan kulit dan rambut.

8.      Melakukan olahraga yang terlalu berat.

9.      Mengalami stres

Faktor Risiko Rosacea

Rosacea dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risiko terkena penyakit ini lebih tinggi pada orang yang memiliki faktor berikut :

1.      Berusia 30-50 tahun.

2.      Berjenis kelamin perempuan.

3.      Memiliki riwayat rosacea dalam keluarga.

4.      Memiliki kebiasaan merokok.

5.      Memiliki tipe kulit yang sensitif.

Gejala Rosacea

Berikut ini adalah tipe-tipe rosacea dan gejala yang menyertainya :

1.      Subtipe 1 atau Erythematotelangiectatic Rosacea (ETR)

Tanda dan gejala ETR yang umum terjadi adalah :

a.      Kulit kemerahan, terutama di bagian tengah wajah.

b.      Pembuluh darah di wajah membengkak sehingga tampak jelas.

c.      Kulit wajah membengkak, terasa perih, dan seperti terbakar.

d.      Kulit wajah terasa kering, kasar, dan bersisik.

2.      Subtipe 2 atau Papulopustular Rosacea

Subtipe 2 lebih sering menyerang wanita paruh baya. Kondisi ini ditandai dengan :

a.      Bintik menyerupai jerawat yang terkadang berisi nanah.

b.      Pembuluh darah di wajah tampak jelas.

c.      Kulit wajah berminyak dan sensitif.

3.      Subtipe 3 atau Rhinophyma

Subtipe 3 cenderung terjadi pada penderita pria. Kondisi yang dapat disertai subtipe rosacea lain ini dapat menimbulkan keluhan berupa :

a.      Pori-pori wajah membesar.

b.      Pembuluh darah di wajah tampak jelas.

c.      Tekstur kulit yang tidak rata.

d.      Kulit hidung menebal, sehingga hidung tampak membesar.

e.      Kulit yang menebal di dahi, dagu, pipi, dan telinga.

4.      Subtipe 4 atau Ocular Rosacea

Subtipe 4 ditandai dengan gejala di sekitar mata, seperti :

a.      Mata merah dan iritasi.

b.      Mata berair atau justru kering.

c.      Mata gatal dan terasa seperti terbakar.

d.      Sensitif terhadap cahaya.

e.      Kemampuan penglihatan menurun.

f.       Muncul kista di mata.

g.      Pembuluh darah di kelopak mata tampak jelas.

Pemeriksaan Rosacea

Pada umumnya, dokter dapat mengenali rosacea melalui pemeriksaan fisik yang dilakukan dan tanda-tanda yang tampak di kulit pasien.

Namun, terkadang tanda di kulit pasien dapat menyerupai penyakit lain, seperti lupus, eksim, atau psoriasis. Oleh karena itu, dokter mungkin akan menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah dan biopsi kulit.

Pengobatan Rosacea

Pengobatan rosacea bertujuan untuk meredakan gejala yang dialami pasien. Metode pengobatan yang bisa dilakukan antara lain :

1.      Obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan dokter bisa berupa obat tunggal atau obat kombinasi, tergantung pada gejala yang dialami pasien. Jenis obat-obatan tersebut adalah :

a.      Obat antibiotik untuk membunuh bakteri di kulit dan meredakan kemerahan atau pembengkakan di wajah.

b.      Obat tetes mata dan antibiotik, untuk menangani ocular rosacea.

c.      Obat oles jerawat untuk meredakan kemerahan dan bintik di kulit yang menyerupai jerawat.

2.      Terapi laser

Terapi laser bertujuan untuk mengurangi kemerahan akibat pembesaran pembuluh darah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, terapi laser perlu diulang beberapa kali.

3.      Mandiri

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah :

a.      Menghindari makanan dan minuman yang dapat memicu timbulnya gejala.

b.      Menggunakan produk perawatan yang sesuai dengan kulit sensitif.

c.      Mengenakan pakaian hangat dan syal di cuaca yang dingin.

d.      Menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama di cuaca terik.

e.      Mengenakan pakaian tertutup dan topi lebar, serta mengoleskan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih bila terpaksa keluar rumah di siang hari.

f.       Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan teknik pernapasan atau yoga.

 

Referensi :

Shakti Indraprasta, dkk. 2018. Penelitian Retrospektif : Profil Penyakit Rosasea. Jurnal Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Rainer, B., Kang, S., & Chien, A. 2017. Rosacea : Epidemiology, Pathogenesis, and Treatment. Dermato-Endocrinology, 9(1), pp. 1-10.

American Academy of Ophthalmology. 2022. Eye Health A-Z. Ocular Rosacea.

National Health Service UK. 2020. Health A to Z. Rosacea.

Cherney, K. Healthline. 2020. What Triggers Rosacea Flare-Ups?

Cole, G. MedicineNet. 2022. What is the Main Cause of Rosacea?

Gardner, S. WebMD. 2022. Rosacea : When to See Your Doctor.

Higuea, V. Everyday Health. 2020. What is Rosacea? Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, and Prevention.

Johnson, S. Healthline. 2019. Rosacea : Types, Causes, and Remedies.