Kamis, 07 Juli 2022 08:17 WIB

Mengenal Operasi ERACS

Responsive image
160
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

ERACS merupakan singkatan dari Enhanced Recovery After Caesarean Surgery. Awalnya, metode tersebut digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan pasien bedah rawat jalan. Metode tersebut berguna untuk meningkatkan kontrol nyeri dan mengurangi mual dan muntah pasca operasi adalah area awal konsentrasi. Dengan begitu, pasien yang telah menjalani operasi bedah tidak perlu perawatan di rumah sakit lebih lama. Metode tersebut diterapkan untuk wanita yang melahirkan melalui operasi caesar pada tahun 2018. Hal tersebut bertujuan agar ibu yang baru saja melahirkan bisa cepat pulih dan dapat berfokus untuk merawat bayi. Pada metode ERACS, pemeriksaan sebelum oeprasi bisa dilakukan sat usia kehamilan mencapai 10 hingga 20 minggu untuk operasi caesar yang telah dijadwalkan. Sebelum operasi, pasien harus menjalani skrining kesehatan untuk mengetahui apakah terdapat penyakit komorbid atau kekurangan zat besi. ERACS merupakan protokol baru pada metode persalinan operasi caesar, yang bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan kesehatan ibu sebelum, selama, dan setelah menjalani persalinan caesar.

Perbedaan Metode ERACS dengan Operasi Caesar Konvensional

Ada beberapa perbedaan metode persalinan ERACS dengan operasi caesar konvensional, yaitu :

1. Waktu Puasa

Pada operasi caesar konvensional, ibu hamil umumnya diwajibkan berpuasa atau dilarang untuk makan dan minum apa pun selama 8 jam sebelum operasi. Sedangkan dengan metode persalinan ERACS, ibu hamil masih boleh mengonsumsi makanan ringan 6 jam sebelum operasi. Tidak hanya itu, ibu hamil juga masih bisa minum air putih, jus, atau minuman yang mengandung gula 2 jam sebelum operasi.

2. Rasa Sakit Pasca Operasi

Metode persalinan ERACS telah terbukti lebih efektif dalam meminimalkan rasa sakit pasca operasi. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat memengaruhi berkurangnya rasa sakit setelah operasi :

· Pemberian obat anti-inflamasi non-steroid dan obat pereda nyeri non-opioid terjadwal, baik yang diminum maupun melalui cairan infus.

·  Pemberian obat nyeri long-acting dosis kecil pada tulang belakang saat operasi.

·  Penyuntikan anestesi saat operasi dilakukan dengan jarum spinal berukuran kecil.

Penggabungan poin-poin di atas bisa mengurangi pemberian obat opioid setelah operasi hingga sebesar 30-50%. Hal ini berguna untuk mempercepat hilangnya rasa sakit pasca operasi, sekaligus menurunkan risiko ibu hamil mengalami kelelahan, mual, dan sembelit pasca operasi.

3. Masa Pemulihan

Hal lain yang membedakan metode persalinan ERACS dengan operasi caesar konvensional adalah masa pemulihannya yang lebih cepat. Ini bisa terjadi karena :

·  Penghentian pemberian cairan infus lebih awal.

·  Pelepasan kateter urine lebih awal.

·  Ibu boleh segera mengonsumsi makanan dan minuman.

Dengan begitu, bumil bisa bergerak dan bangun dari tempat tidur dengan lebih cepat, sehingga proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan skin-to-skin dengan si kecil juga bisa dilakukan lebih awal.

4.  Luka Bekas Operasi

Metode pembedahan pada persalinan ERACS dilakukan dengan pisau bedah yang kecil dan sangat tajam, sehingga memungkinkan sayatan pertama langsung mencapai fascia atau selaput otot. Dengan begitu, kerusakan jaringan bisa dikurangi, sehingga luka bisa pulih dengan lebih cepat dan trauma pada kulit juga bisa diminimalkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Bayi Lahir

·  Berisiko memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah daripada bayi yang lahir normal, meski begitu, bila ada rencana akan melahirkan dengan metode ERACS, ibu hamil tidak perlu terlalu cemas akan hal tersebut, karena metode persalinan ERACS aman.

· Memungkinkan pemberian ASI lebih awal, dimana pemberian ASI eksklusif yang dilakukan lebih awal ini bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun bayi yang lahir melalui metode persalinan ERACS.

Kelebihan Metode ERACS

Setelah menjalani operasi caesar, wanita harus menjalani perawatan rumah sakit yang lama akibat rasa sakit yang dialami usai operasi. Dengan menggunakan metode ERACS, rasa sakit setelah operasi caesar berkurang besar sehingga wanita bisa segera kembali ke rumah dan berfokus merawat buah hati. Jadi, mereka bisa menjalani akitivitas sehari-hari dengan normal tanpa merasakan efek dari operasi caesar. Selain itu, metode ERACS memungkinkan wanita yang baru saja operasi caesar tidak perlu berpuasa terlalu lama. Mereka bisa mengonsumsi makanan ringan hingga 6 (enam) jam sebelum operasi dan mengonsumsi air 2 (dua) jam sebelum diberikan anestesi.

 

Referensi :

Ruswantriani. EMC Healthcare. 2021. Persalinan Sectio Caesarea (SC) dengan Nyaman dan Pemulihan Lebih Cepat dengan Konsep ERACS

Usodo, K. EMC Healthcare. 2020. Pelayanan Kandungan dan Kebidanan (Persalinan) dengan Tehnik ERAS-ERACS

Mayapada Hospital. 2021. Metode ERACS : Operasi Sesar Minim Rasa Sakit dan Pemulihan Lebih Cepat

Phavichitr, N., et al. (2021). Impact of Synbiotics on Gut Microbiota during Early Life: A Randomized, Double-Blind Study. Scientific Reports, 11(1), pp. 1–12. 

Guo, C., et al. 2020. Breastfeeding Restored the Gut Microbiota in Caesarean Section Infants and Lowered the Infection Risk in Early Life. BMC Pediatrics, 20(1), pp. 1-6.

Kim, G., et al. 2020. Delayed Establishment of Gut Microbiota in Infants Delivered by Cesarean Section. Frontiers in Microbiology, 11, pp. 2099.

Ituk, U., & Habib, A. S. 2018. Enhanced Recovery After Cesarean Delivery. F1000 Research, 7, pp 1-11.

Wampach, L., et al. 2018. Birth Mode is Associated with Earliest Strain-Conferred Gut Microbiome Functions and Immunostimulatory Potential. Nature Communications, 9(1), pp. 1-14.

Healthy Children, American Academy of Pediatrics. 2020. Breastfeeding Benefits Your Baby’s Immune System.

Cleveland Clinic. 2018. Some Moms Want to Give Their C-Section Babies a Bacterial Baptism, but Experts Advise Caution. Children’s Mercy Org. Enhanced Recovery After Caesarean (ERAC) Protocol.