Senin, 04 Juli 2022 14:35 WIB

Pemasangan His Bundle Pacing Pertama Kali di Jateng

Responsive image
30 kali
Humas RSUP Dr. Kariadi - RSUP dr. Kariadi Semarang

SEMARANG - Pemasangan alat pacu jantung permanen pada berkas His ( His Bundle Pacing ) pertama di Jawa Tengah dilakukan di RSUP Dr.Kariadi Semarang pada hari Jumat tanggal 24 Juni 2022 oleh dr. Pipin Ardhianto, SpJP(K) dan dr. Aruman Yudanto ABM, SpJP(K) bersama dengan Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K) selaku proctor dari RS Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta dalam kegiatan proctorship implantasi pacu jantung permanen pada berkas His.

dr Aruman mengatakan bahwa gangguan irama jantung dapat terjadi ketika laju jantung sangat cepat, lambat atau tidak beraturan. Pasien dengan gangguan ini bisa memiliki gejala pandangan kabur, lemas, bahkan sampai pingsan. Khususnya gangguan irama dengan laju jantung lambat disertai keluhan dapat ditangani dengan melakukan implantasi pacu jantung permanen. Pacu jantung permanen saat ini yang rutin dilakukan di RS Dr Kariadi Semarang adalah pacu jantung permanen kamar tunggal (serambi atau bilik saja) dan pacu jantung permanen kamar ganda (serambi dan bilik jantung). Pada pacu jantung permanen konvensional tersebut maka kabel akan ditanam ke dalam otot serambi dan/atau otot bilik jantung.

Sementara itu ,dr. Pipin mengatakan alat pacu jantung permanen pada berkas His terbukti dapat menjadi alternatif untuk pemasangan alat pacu jantung permanen selain pada bilik kanan yang efektif dan aman. Berkas His merupakan jalur konduksi listrik jantung yang alami sehingga pemasangan alat pacu jantung pada daerah tersebut dapat memiliki keuntungan terhindar dari disinkroni elektrikal dan mekanikal akibat dari pemasangan alat pacu jantung pada otot jantung. Selain itu dapat menghindari terjadinya kardiomiopati yang diinduksi alat pacu jantung dengan mencapai stimulasi ventrikel "fisiologis" melalui sistem konduksi alami. Keuntungan lainnya menyebabkan berkurangnya kebocoran fungsional katup trikuspid, menghasilkan durasi gelombang QRS yang sempit (sama dengan durasi gelombang QRS awal) dengan mempertahankan aktivasi fisiologis ventrikel, mengkoreksi blok cabang berkas (bundle branch block) mengakibatkan berkurangnya durasi gelombang QRS dan peningkatan waktu aktivasi ventrikel, alternatif terapi gagal jantung yang membutuhkan terapi resinkronisasi jantung, dan  penurunan kejadian atrial fibrilasi.

dr. Aruman menambahkan bahwa pemasangan ini masih memiliki kendala biaya yang mahal dan teknik pemasangan yang relatif lebih sulit daripada pemasangan alat pacu jantung konvensional.  Selain itu kabel berkas His cenderung pada awalnya kurang stabil daripada kabel pada bilik kanan atau serambi kanan, yang mengakibatkan kejadian yang lebih tinggi untuk reposisi kabel pada awal pemasangan.