Rabu, 05 Juni 2024 12:26 WIB

Bagaimana Metode Perawatan Tali Pusat yang Tepat?

Responsive image
102
Muji Lestari, S.Kep., Ners - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 - 4000 gram, cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan kongenital yang berat. Pada waktu kelahiran, sejumlah adaptasi psikologik mulai terjadi pada tubuh bayi baru lahir, karena perubahan, bayi memerlukan pemantauan ketat untuk menentukan bagaimana membuat suatu transisi yang baik terhadap kehidupannya diluar Uterus. Bayi baru lahir juga membutuhkan perawatan yang dapat meningkatkan kesempatan menjalani masa transisi dengan berhasil. Salah satu penyebab kematian bayi adalah infeksi pada tali pusat dan Tetanus Neonatorum. Infeksi tali pusat disebabkan oleh bakteri yang memasuki tubuh melalui tali pusat bayi dan apabila infeksi tidak segera ditangani dapat menyebabkan kejadian Tetanus dan kematian pada bayi. Berbagai macam tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat dimulai dari pemotongan tali pusat dan pengikatan tali pusat menggunakan teknik aseptik dan alat yang steril. Perawatan tali pusat yang buruk, mencuci tangan yang tidak benar dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada tali pusat. Tujuan perawatan tali pusat guna mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat pelepasan tali pusat. Tali pusat dapat terlepas dari 5-15 hari kelahiran bayi dan akan lebih lama apabila menyangkut penggunaan antiseptik atau infeksi. Risiko infeksi pada tali pusat akan tetap tinggi hingga tali pusat lepas.

Faktor yang Mempengaruhi Pelepasan Tali Pusat

Pelepasan tali pusat yang lama dapat dipengaruhi oleh penggunaan antiseptik dan terjadinya infeksi. Penggunaan antiseptik dapat mengurangi jumlah flora non patogenik normal disekitar Umbilikus. Penurunan jumlah Leukosit ini memperpanjang proses penyembuhan dan menghalangi pemutusan tali pusat.

Tujuan Perawatan Tali Pusat

Tujuan perawatan tali pusat adalah untuk mencegah infeksi dan mempercepat pemisahan tali pusat dari perut, upaya yang dilakukan untuk mencegah infeksi dan mempercepat pemisahan ada berbagai substansi dari ritual yang telah digunakan untuk perawatan tali pusat.

Jenis Perawatan Tali Pusat

Perawatan tali pusat terbagi menjadi dua yaitu perawatan tali pusat secara modern dan tradisional.  Perawatan modern meliputi perawatan tali pusat tertutup, terbuka, menggunakan antiseptik yang meliputi alkohol 70% atau anti mikrobial seperti Providon Iodine 10%, Klorheksidin. Sedangkan perawatan tradisional meliputi perawatan dengan madu, minyak Ghee (India) atau Kolostrum ASI.

Metode perawatan tali pusat

Teknik perawatan tali pusat dari buku Kesehatan Ibu dan Anak adalah :

1.  Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi.

2.  Hindari memberikan apapun pada tali pusat.

3.  Rawat tali pusat terbuka dan kering.

4.  Bila tali pusat kotor atau basah, cuci dengan air bersih dengan sabun mandi dan keringkan dengan kain bersih.

Tanda-tanda Infeksi pada Tali Pusat

1.   Tali pusat bau dan terlihat ada nanah.

2.   Tampak kemerahan pada kulit disekitar tali pusat.

3.   Nyeri tekan di sekitar area tali pusat.

4.   Demam

Pencegahan infeksi tali pusat

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi tali pusat adalah :

1.   Membersihkan kulit di sekitar tali pusat setidaknya setiap hari.

2.   Bersihkan tali pusat menggunakan air biasa dan keringkan menggunakan kain bersih.

3.   Biarkan terbuka (tidak dibungkus).

4.   Hindari menggunakan antiseptik ataupun bedak disekitar tali pusat.

5.   Jaga agar tali pusat tetap kering (tidak lembab).

6.   Pilih pakaian berbahan katun yang longgar agar sirkulasi udara tetap segar.

7.   Jika kotor bersihkan dengan kain bersih dan air matang.

8.   Biarkan tali pusat lepas dengan sendirinya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ditemukan Tanda Infeksi?

1.   Jangan panik

2.   Bersihkan ujung tali pusat dengan alkohol swab 70%.

3.   Bayi tetap diminumkan ASI.

4.   Segera dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

 

Referensi  :

Zakiah., L., Nurjanah., I. 2021. Hubungan Perawatan Tali Pusat dengan Lama Waktu Lepas Tali Pusat pada Ibu yang Memiliki Bayi Usia Lebih dari 1 Bulan di BPM Milna Corviana Kabupaten Bogor, Journal of Midwifery Care : Vol. 02 No 01, Desember 2021.

Natalia., D., Sendra., E. 2022. The Correlation of the Open Dry Treatment to Umbilical Cord Separation Time on Newborn, Journal of Ners and Midwifery, April 2022.