Jumat, 05 Agustus 2022 13:42 WIB

Sekilas Mengenai Penyakit Radang Panggul

Responsive image
18 kali
Amelia Yustina Priono, Amd. Keb - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

     Infertilitas seringkali menjadi ketakutan bagi sebagian wanita yang ingin mendapatkan keturunan.  Banyak faktor penyebab infertilitas diantaranya adalah infeksi radang panggul atau yang dikenal dengan Pelvic Inflammatory Disease (PID). Wanita berusia 18 sampai 25 tahun dan aktif berhubungan seksual lebih rentan terkena infeksi ini, biasanya ditandai dengan nyeri di panggul atau perut bawah. Infeksi radang panggul akan menyebar dari vagina atau serviks (leher rahim) ke organ reproduksi yang lebih dalam, seperti rahim, tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur). Jenis bakteri yang sering menyebabkan radang panggul adalah bakteri penyebab infeksi menular seksual, seperti Chlamydia Trachomatis dan Neisseria Gonorrhoeae. Selain bakteri, radang panggul juga bisa disebabkan oleh infeksi patogen lain, seperti Mycoplasma Genitalium, Trichomonas Vaginalis, Garnella Vaginalis, atau Herpes Simplex Virus 2 (HSV-2).

     Nyeri pinggul adalah tanda khas terjadinya infeksi radang panggul, selain itu terdapat tanda dan gejala lainnya, yaitu :

1.     Rasa lelah yang berlebihan

2.     Demam

3.     Bercak darah dari vagina padahal tidak sedang menstruasi

4.     Menstruasi yang tidak teratur

5.     Rasa sakit di punggung bagian bawah dan dekat

6.     Rasa sakit ketika berhubungan intim

7.     Rasa sakit saat buang air kecil

8.     Sering buang air

9.     Muntah-muntah

10. Keputihan dalam jangka waktu lama, berwarna, berbau, gatal

     Segeralah periksa ke dokter jika ada tanda tanda di atas, terutama bagi wanita yang ingin melakukan program hamil, karena penyakit ini sangat erat hubungannya dengan infertilitas.

     Selanjutnya, dokter akan melakukan anamnesa atau mengajukan pertanyaan lebih mendalam terkait keluhan anda. Selain itu dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan diagnosa, diantaranya :

1.     Tes darah untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi di dalam tubuh

2.     Tes urine untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi di saluran kemih, termasuk infeksi menular                 seksual

3.     Ultrasonografi (USG) untuk menilai ada tidaknya kelainan pada organ reproduksi

4.     Adakalanya dibutuhkan tindakan laparoskopi untuk melihat kondisi organ reproduksi bagian                dalam dengan memasukkan kamera mikro lewat pembedahan kecil pada perut

5.     Biopsi rahim untuk mendeteksi ketidaknormalan pada sampel jaringan dinding rahim

     Pengobatan radang panggul dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan berdasarkan bakteri yang menginfeksi panggul, pemberian antipiretik juga diberikan untuk pereda nyeri.  Dokter akan melakukan tindakan operasi jika dicurigai adanya abses pada radang panggul.

Ada beberapa hal untuk mencegah infeksi ini yaitu :

1.    Menjaga kebersihan vagina dengan cara membasuh vagina dari depan ke belakang

2.    Tidak melakukan hubungan seksual berganti ganti pasangan

3.    Konsultasikan terkait alat kontrasepsi yang akan digunakan dengan dokter

     Apabila anda termasuk wanita yang sedang melakukan program hamil segeralah ke dokter jika menemukan tanda dan gejala terkait penyakit ini, supaya tindakan pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin.

Daftar pustaka :

Pane, Merry Dame Cristy. 2020 .“Radang Panggul”, https://www.alodokter.com/radang-panggul, diakses pada 28 februari 2022 pukul 20.00 wib.

MorulaIvf. 2020.”Kenali Pelvic Inflamatory Disease (PID) Secara Mendalam”, https://www.morulaivf.co.id/pid-adalah/, diakses pada 28 februari 2022 pukul 20.20 wib.

Fitriyani. 2020.“Hati Hati Penyakit Radang Panggul Bisa Menyebabkan Kemandulan”, https://id.theasianparent.com/penyakit-radang-panggul, diakses pada 28 februari 2022 pukul 21.00.

Harismi, Asni. 2019.”10 Gejala Radang Panggul Yang Berbahaya Bagi Wanita”, https://www.sehatq.com/artikel/kenali-tanda-infeksi-radang-panggul-agar-terhindar-dari-komplikasi , diakses pada 28 februari 2022 pukul 22.00.