Selasa, 11 Januari 2022 14:12 WIB

Kenali Lebih Dini Kanker Tumor Paru, Ada Apa?

Responsive image
49 kali
Tim Peneliti RS Paru Rotinsulu - RS Paru dr.H.A. Rotinsulu Bandung

Oleh : (1) dr. Edi Sampurno, Sp.P(K), M.M., FISR., FISQua., (2) dr. Sri Dyah Panji Sp.Rad(K)., (3) dr. Desi Puspita, Sp.PA., (4) Vitri Dwi Astuti, S.Si. M.Si., (5) Rina, S.Si, M.Kes., dan (6) Yono Taryono, M.Kep

 

Menurut Hudoyo tahun 2017 yang ditulis dalam Buku Pedoman Nasional Pelayan Kedokteran Kanker Paru, yang dimaksud dengan kanker paru adalah keganasan yang berasal dari paru-paru dan merupakan penyebab utama keganasan di dunia. Di dunia, kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker (Globocan, 2020). Kejadian kanker paru menempati urutan ketiga setelah kanker servick dan kanker payudara.

Adenokarsinoma paru adalah tumor epitel ganas pada paru dengan diferensiasi glandular. Secara epidemiologi, adenokarsinoma paru terjadi lebih dari 50% dari keseluruhan karsinoma yang terjadi pada perempuan dan 45% pada laki-laki. Insidensi terjadinya adenocarcinoma paru pada paru-paru saat ini lebih sering daripada tipe mikroskopis kanker paru lainnya.

Penatalaksanaan kanker paru sangat bergantung pada tipe histopatologi dan stadiumnya. Pada pasien dengan adenokarsinoma dan hasil uji mutasi gen EGFR positif, dapat diberikan obat golongan EGFR-TKI.

Penilaian respon terapi TKI pada kanker paru dinilai berdasarkan tumor burden yang dilihat dengan kriteria RECIST1.1 dengan pemeriksaan CT Scan, yaitu complete response, partial response, progressive dan stable.

RS Paru Dr. H.A Rotinsulu merupakan RS yang memiliki prioritas pada masalah kesehatan paru dengan program unggulan dalam biomolekular kanker paru, khususnya mutasi gen EGFR. Penelitian tentang profil mutasi gen EGFR dan respon terhadap pemberian TKI menjadi hal yang baru yang dilakukan di Indonesia.

Tim penelitian RS Paru Dr H A Rotinsulu Bandung, melakukan penelitian deskriftip analitik yang berkaitan dengan respon pemberian TKI berdasarkan durasi pemberian TKI dan evaluasi penilaian tumor burden dengan kriteria RECIST1.1. Data penelitian diambil pada Periode Januari 2018- Juli 2020. TKI yang diberikan meliputi gefitinib dan erlotinib.

 Berdasarkan periode waktu Januari 2018- Juli 2020, data penelitian diperoleh 42 pasien yang didiagnosis Adenocarcinoma paru dengan mutasi EGFR yang mendapat terapi TKI dengan data CT Scan lengkap. Berdasarkan hasil penelitian tersebut  didapatkan hasil respon terapi pada gambaran radiologis berdasar criteria RECIST1.1  adalah terdapat 73,81 %  pasien yang memberikan  respon terhadap terapi TKI dan 26,19 % pasien tidak memberikan respon terhadap terapi TKI dengan rincian sebagai berikut : 14,29% Complete Respon (CR), 38,10% Partial respon (PR), 21,43% Stable (SD) dan 26,19% Progressive (PD).

Dilihat dari jenis kelamin, pasien adenocarcinoma paru dengan mutasi EGFR menunjukkan jumlah yang sama antara laki-laki dan perempuan, yaitu masing-masing 50%. Sedangkan apabila dilihat dari ada tidaknya komorbid terdapat 38.1%  dengan  komorbid dan 61.9% tanpa komorbid.  Setelah dilakukan uji statistic, Jenis terapi TKI, ada tidaknya komorbid dan  lamanya durasi pengobatan TKI  tidak mempengaruhi perbedaan respon tumor secara signifikan.

Banyak faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan yang berperan pada respon tumor terhadap pemberian terapi TKI. Faktor intraselular seperti kadar obat dalam sel tumor, kemampuan sel tumor dalam menghindari apoptosis, respon imunologis tubuh terhadap sel tumor serta factor genetic lainnya tentunya masih sangat berperan dalam menentukan keberhasilan terapi. Diperlukan penelitian tingkat molecular yang lebih detail dan holistic untuk bisa mengidentifikasi factor yang paling berpengaruh dalam respon tumor.

Jika kita merasakan gejala yang aneh dari paru-paru kita sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.  Gejala yang sering muncul yaitu batuk yang  tidak dapat disembuhkan, batuk darah, sesak nafas saat beraktivitas normal, nyeri pada dada, nafas bersuara, suara mengalami perubahan, bahu terasa sakit, berat badan menurun dan  nyeri pada tulang. Keadaan gizi merupakan salah satu yang berperan penting terhadap kualitas hidup pasien kanker, sehingga masalah nutrisi harus menjadi perhatian serius pada pasien kanker paru.