Selasa, 19 Januari 2021 11:06 WIB

KBB Melalui LKS Waoneag, Komitmen Layani ODGJ Bersama RSJ Jabar dan RSJMM

Responsive image
138 kali
PKRS - RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

BANDUNG - Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui LKS Waoneag Cinta Kasih, Dinas Kesehatan KBB, BRSPDM Phalamartha, Kecamatan Padalarang, Desa Cempaka Mekar, Komunitas Seputar Desa KBB, TKSK, PSM, Media TV, bersama RSJ Provinsi Jawa Barat dan RSJ.Dr.H. Marzoeki Mahdi (RSJMM) Bogor, tanda tangani komitmen bersama Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat se-KBB dalam rangka kegiatan Advokasi dan Integrasi Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat yang digelar di Saung Apung SG Citarum yang berlokasi di Jembatan Surapatin Desa Pangauban Kecamatan Batu Jajar KBB, yang dihadiri oleh sekitar 30 peserta.

Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Waoneag Cinta Kasih yang dipimpin oleh Wawan Anwar Gojali sebagai Ketua LKS dengan 10 pengurus dan 11 pendamping lapangan, sudah bergerak melayani ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) atau PDM (Penyandang Disabilitas Mental), sejak tahun 2015, namun baru resmi berbadan hukum mulai tahun 2019, yang beralamat di Kampung Cikurutug RT.02 RW.11 Desa Campaka Mekar Kecamatan Padalarang KBB, yang sampai saat ini telah mampu melayani 60 ODGJ binaan, yang tersebar di 16 kecamatan dan 165 desa se-KBB, dengan pelayanannya berupa: pendataan ODGJ, edukasi keluarga, pendampingan ke RS, pemantauan minum obat, pemberdayaan ODGJ dengan Balai Phalamarta, pembinaan ODGJ di LKS, rehabilitasi ODGJ ke mitra LKS lain, dll.

Wawan AG sebagai tuan rumah tampil menyampaikan laporannya terkait pelayanan yang ada di LKS Waoneag Cinta Kasih disertai ucapan terima kasih atas suport dari berbagai pihak yang hadir memenuhi undangan.

"Saya selaku ketua serta pengurus LKS mengucapkan terimakasih kepada Dinkes, Balai Phalamartha, RSJ Cisarua, dll terutama kepada RSJMM yang telah memotori pertemuan ini sehingga KBB bisa berkumpul untuk bersama sama berkomitmen memberikan pelayanan kepada ODGJ di KBB".


Sementara Deri Septiadi Dimyati dan Kusman Mami dari BRSPDM Phalamarta Kemensos RI dalam sambutanya menitik beratkan kepada pentingnya penguatan keluarga dan masyarakat dalam pelayanan kesehatan jiwa.


"Atensi atau Asistensi Rehabilitasi Sosial yang di selenggarakan oleh Phalamarta, sekarang  bukan hanya layanan rehabilitasi berbasis balai, tapi bergerak kearah pendampingan ke keluarga dan LKS sebagai bentuk rehabilitasi berbasis mayarakat".


RSJ Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Sopyan Efendi dan Yuyum, turut hadir memberikan dukungannya terhadap pelayanan kesehatan jiwa di KBB agar bisa lebih baik dan meminta semua pihak membantu ODGJ melengkapi pemberkasan dan jaminan untuk mendapatkan pelayanan di RSJ Provinsi Jabar sesuai ketentuan yang berlaku.

PKRS RSJMM melalui I Ketut Sudiatmika, selaku Kepala Instalasi, yang mewakili Direksi RSJMM, menyampaikan terimakasih kepada ketua LKS dan para peserta yang hadir, seraya menyampaikan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam penanganan ODGJ ke RS Jiwa dan penanganan paska rawat oleh LKS, keluarga dan sumber lain yang ada di masyarakat.


Iyep Yudiana sebagai Promotor Kesehatan Jiwa Masyarakat RSJMM, yang diminta memberikan pemaparannya, menyoroti pentingnya kerjasama lintas sektor untuk penanganan ODGJ dari hulu ke hilir.


"Penanganan ODGJ secara cepat dari hulu melalui penemuan kasus oleh TKSK, PSM, Puskesmas dll, Perawatan dan pengobatan ODGJ ditengah-tengah melalui RSUD dan RS Jiwa secara tepat sampai pulih serta penanganan paska rawat dihilir oleh LKS, Balai, Rumah Singgah, Shelter,  lembaga masyarakat dll melalui rehabilitasi sosial, akan meningkatkan tingkat kepulihan, produktifitas dan kemandirian ODGJ saat kembali ke masyarakat, dan peran LKS sangat sentral dalam memberikan layanan rehabilitasi sosial kepada ODGJ paska rawat sebelum kembali ke keluarga dan masyarakat".

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanggapan dari Dinkes KBB, Kecamatan, Desa, TKSK,  PSM, Komunitas Seputas Desa KBB, dll yang dilanjutkan dengan Penanda Tanganan Komitmen Bersama Pelayanan Kesehatan jiwa Masyarakat se-KBB yang diabadikan oleh kontributor Media Trans TV, yang dipungkas dengan photo bersama dengan jargon yang khas yaitu Stop Pemasungan ODGJ dan Sehat Jiwa : Pulih, Produktif dan Mandiri, serta Atensi Rehabilitasi Sosial.

Stop Pasung.
Sehat Jiwa.
Pulih, Produktif dan Mandiri.