YUK PEDULI KESEHATAN MENTAL REMAJA

Tanggal : 19-Jun-2020 | Dilihat : 84 kali
Penulis :  Alex Gugi Gustaman, SKM PKRS

Pada masa remaja, banyak terjadi perubahan biologis, psikologis maupun sosial. Tetapi umumnya proses pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan (psikososial). Beberapa jenis gangguan jiwa yang banyak terjadi pada masa remaja dapat menimbulkan kondisi  negatif seperti cemas, depresi, bahkan memicu munculnya gangguan psikotik. Kesehatan jiwa remaja merupakan hal  penting dalam menentukan kualitas bangsa.

Banyak hal dan kondisi yang dapat menimbulkan tekanan (stres) dalam masa remaja. Mereka berhadapkan dengan berbagai perubahan yang sedang terjadi dalam dirinya maupun target perkembangan yang harus dicapai sesuai dengan usianya. Tantangan ini tentunya berpotensi untuk menimbulkan masalah perilaku dan memicu timbulnya tekanan yang nyata dalam kehidupan remaja jika mereka tidak mampu mengatasi kondisi tantangan tersebut.

Dengan adanya perubahan – perubahan ini usia remaja rentan terhadap stress.Apa Itu Stress?Stress adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun secara psikis apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri , Contohnya :1.    Saat remaja menghadapi ujian2.    Saat diejek atau di bullying di sekolah3.    Saat berbeda pendapat dan berdebat dengan teman, guru, adik,kakak atau orang tua.Bila keadaan stres ini tidak segera dikenali dan dikelola dapat berkepanjangan dan mengakibatkan timbulnya gangguan cemas, depresi, penyalahgunaan napza narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya) termasuk rokok dan alkohol, bahkan bisa menyebabkan tindakan bunuh diri.Tidak hanya stress,  beberapa masalah emosional dan perilaku pada yang sering terjadi pada remaja:

Gangguan cemasRasa khawatir yang sangat berlebihan yang mengakibatkan terganggunya kegiatan yang biasa dilakukan. Gejala gejala mirip dengan gejala stres tetapi dengan tingkatan yang lebih berat, lebih sering, sehingga tidak dapat melakukan kegiatan.

Saat kita merasa takut atau menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan timbul perasaan tidak nyaman yang juga berpengaruh secara fisik mulai dari gejala ringan seperti berkeringat dingin,berdebar-debar hingga yang berat seperti sesak nafas atau perasaan mau pingsan.

Pada remaja atau anak sekolah kondisi ini bisa muncul ketika masuk sekolah pertama kali, berhadapan dengan orang asing, saat menghadapi ujian atau ketika dihukum saat melanggar tata tertib sekolah.

Gangguan cemas ditandai beberapa hal sebagai berikut :Adanya perasaan cemas yang berlangsung lama atau yang berat dalam waktu mendadak dan singkat (panik)Adanya gejala gejala keluhan fisik ;

1.    Gemetar2.    Berkeringat dingin3.    Berdebar – debar4.    Rasa mual bahkan bisa sampai muntah5.    Diare6.    Tidur terganggu7.    Tidak bisa rileks8.    Badan merasa tidak nyaman atau nyeri atau pegal pegal9.    Perasaan seperti mau pingsanDepresiGangguan depresi adalah perasaan sedih atau murung yang mendalam, dan menetap lebih dari 2 minggu berturut-turut sehingga mengganggu aktivitas remaja sehari-hari.Perasaan sedih terkadang menjadi teman dalam kehidupan kita, ketika kita harus menghadapi kegagalan, kehilangan, dan berbagai bentuk permasalahan dalam kehidupan kita. Adakalanya pada sebagian orang, perasaan sedih ini dirasakan lebih berat hingga menjadi suatu gangguan depresi.

Bagaimana  gejala depresi pada remaja ?Depresi pada remaja sering terjadi akibat problem dengan orangtua, guru, teman sekolah atau masalah pelajaran/prestasi disekolah. Gejala depresi pada umumnya sebagai berikut :Gejala utama ( Trias depresi )1.    Perasaan sedih dan murung2.    Semangat menurun/kehilangan minat3.    Mudah lelah / energi menurunGejala tambahan1.    Rasa percaya diri menurun2.    Menjadi pesimis3.    Merasa putus asa/tidak berharga/tidak ada harapan4.    Gangguan tidur5.    Hilang / berlebihan nafsu makan6.    Konsentrasi/perhatian kurang7.    Ide / tindakan bunuh diri8.    Berhenti menjalankan hobi/hal-hal yang dulu terasa menyenangkan.

Kondisi cemas dan depresi (atau istilah anak muda “Galau”) bila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan timbulnya masalah perilaku kenakalan remaja (tawuran, kriminal) dan penyalahgunaan napza/narkoba.Penyalahgunaan dan ketergantungan Napza / narkobaApa itu gangguan penyalahgunaan napza/narkoba pada remaja?Remaja yang mencoba sejumlah zat, termasuk rokok, alkohol,bahan kimia rumah tangga ( lem/bensin/inhalansia), obat-obatan psikotropika (xanax,pil koplo, inex, atau ekstasy) ganja, meth-ampetamin(shabu) atau heroin (putau).Beberapa remaja mencoba napza/narkoba hanya beberapa kali dan berhenti, tetapi ada yang tidak dapat mengendalikan dorongan atau hasrat untuk menggunakan napza sehingga menjadi ketergantunganApa itu ketergantungan Napza / Narkoba ?Suatu keadaan adaptif yang berkembang dari penggunaan zat yang berulang-ulang tidak terkontrol ( kompulsif) meskipun menyadari konsekuensi negatif, yang ditandai adanya peningkatan dosis penggunaan (toleransi) untuk menghasilkan efek yang sama dan menimbulkan gejala putus zat ( withdrawal/”sakau” ) bila penggunaan dihentikan.Dampak jangka panjang penggunaan napza/narkoba :Secara keseluruhan, masalah kesehatan mental sering dikaitkan dengan penyalahgunaan napza/narkoba :1.    Depresi dan cemas2.    Kelambanan berfikir3.    Apatis4.    Masalah perilaku dan emosional5.    Mudah curiga ( paranoid )6.    Memburuknya kepribadian7.    Pikiran dan tindakan percobaan bunuh diri8.    Terganggunya hubungan dengan orang lain9.    Dan masalah psikososial lainnya.Jika terjadi masalah gangguan jiwa  pada anak dan remaja segera  kunjungi: Poli Sub Spesialis Anak Remaja RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang untuk dapat berkonsultasi dengan Psikiater anak.Sumber:Media leaflet Promkes Rs. Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

Sekretariat