RAKER DITJEN YANKES DAN RAPAT DEWAN PENGAWAS RS BLU

Tanggal : 21-Dec-2017 | Dilihat : 390 kali

Bogor (15/12) - Rapat Kerja Ditjen Yankes dan Rapat Dewan Pengawas RS BLU di buka oleh DirjenYankes  dr. Bambang Wibowo,Sp.OG(K),MARS  yang dihadiri oleh  Ketua Dewan Pengawas, Direksi RS, Kepala Balai, Pejabat Es. II dan III di lingkungan Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan sejumlah 300 orang.

Rapat Kerja Ditjen Yankes Tahun 2017 ini dilaksanakan  untuk melakukan evaluasi kegiatan dan anggaran yang telah dilaksanakan selama 11 bulan dan hasilnya digunakan untuk perbaikan dan persiapan memasuki Tahun Anggaran 2018 sehingga program dan kegiatan  Ditjen Yankes dapat mencapai tujuan dengan lebih baik lagi.

Dinamika pelayanan kesehatan memiliki tantangan dan peluang bagi peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan dimana menuntut fasilitas pelayanan kesehatan untuk dapat menghadapinya. Dinamika pelayanan kesehatan saat ini antara lain adalah transisi epidemiologi, pelayanan kesehatan era JKN, dan peningkatan kompetensi faskes. Oleh karena itu, diperlukan penguatan RS/Balai UPT vertikal di lingkungan Ditjen Pelayanan Kesehatan. 

Pengelolaan RS/Balai secara profesional harus didukung oleh sinergi dari pejabat pengelola, pegawai, dewan pengawas, serta pembina teknis.  Adanya indikator-indikator penilaian kinerja dalam pengelolaan RS/Balai merupakan target yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan kinerja keuangan.

Peran dewan pengawas dalam pengelolaan RS/Balai menjadi sangat penting. Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Pengawas diharapkan mampu menjamin agar kegiatan pembinaan layanan Satker BLU  dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan pembentukan BLU, menjamin agar fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU dapat dipertanggungjawabkan, dan menjamin agar semua kewajiban Satker dapat dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan berdasarkan UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit bahwa Dewan Pengawas adalah organ BLU yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pengurusan BLU atau unit Non Struktural pada Rumah Sakit yang melakukan pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit secara internal yang bersifat non teknis perumasakitan yang melibatkan unsur masyarakat Dewan Pengawas di bentuk pada Rumah Sakit sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.