WORKSHOP TELEMEDICINE DALAM RANGKA PENGEMBANGAN JEJARING PELAYANAN TELEMEDICINE TAHUN 2016

Tanggal : 15-Nov-2016 | Dilihat : 2554 kali

Jakarta - Workshop Telemedicine Dalam Rangka Pengembangan Jejaring Pelayanan Telemedicine diselenggarakan pada tanggal 14-15 November 2016, dibuka oleh Dirjen Pelayanan kesehatan yang diwakili oleh Kasubdit Pelayanan Penunjang Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr.Mujaddid, MMR. Dengan Peserta terdiri dari Rumah Sakit Pengampu, Rumah Sakit Diampu, Puskesmas Diampu, lintas program (Direktorat Fasyankes, Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Bagian Hukormas, Bagian PI, Pusdatin ), PB IDI, PDSRI, POGI, PERKI. Dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang tidak memiliki dokter spesialister utama di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan, dengan metode presentasi, diskusi interaktif, praktek aplikasi perangkat telemedicine.diperlukan juga dukungan perangkat teknologi informasi telemedicine yang dipasang di fasilitas kesehatan pengampu dan diampu agar dapat berkomunikasi dengan baik. Jenis dan bentuk teknologi informasi disesuaikan dengan jenis layanan telemedicine yang dibutuhkan.

Kementerian Kesehatan telah berkomit menuntuk mengembangkan Program Telemedisin. Hal ini dibuktikan dengan memasukkan program Telemedisin kedalam Indikator Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan 2015 – 2019.

Telemedisin adalah pelayanan kesehatan jarak jauh melalui pemanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi dalam rangka memberikan panduan/konsultasi diagnosis dan tata laksana antara fasyankes diampu dan pengampu. Adapun manfaat dari program telemedisin antara lain :

  1. Mengatasi kurangnya tenaga dokter atau dokter spesialis di daerah
  2. Memperkuat Sistem Rujukan nasional sehingga otomatis akan menurunkan angka rujukan
  3. Mengatasi kurangnya sarana diagnostik di fasyankes di daerah
  4. Mengatasi keterlambatan penegakan diagnosis pasien sehingga pasien dapat cepat  tertangani dengan benar
  5. Meningkatkan effisiensi karena dengan adanya telemedisin maka travelling patient dapat dicegah
  6. Dapat digunakan sebagai alat pengajaran, dimana staf medis yang berpengalaman dapat mengamati, menunjukkan dan menginstruksikan staf medis di lokasi lain untuk memberikan penanganan yang lebih efektif atau teknik pemeriksaan lebih cepat (transfer of knowledge).

Pada tahun 2019 Kementerian Kesehatan ditargetkan 32 % (35 Rumah Sakit Rujukan Provinsi dan Rumah Sakit Rujukan Regional akan menjadi rumah sakit pengampu telemedisin. Agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan maka Kementerian Kesehatan  akan melakukan berbagai upaya antara lain :

  1. Menyiapkan regulasi penyelenggaraan telemedisin  dan roadmap pelayanantelemedisin
  2. Pemenuhan perangkat telemedisin dan infrastruktur jaringan telekomunikasi kerja sama dengan Kominfo
  3. Pemenuhan intranet melalui  jaringanSiknas (VPN)  yang dipusatkan di Pusdatin
  4. Penyediaan Data Center Telemedisin Nasional oleh Pusdatin.
  5. Pemetaan kebutuhan SDM dan pelayanan di fasyankes terutama di DTPK
  6. Penilaian kesiapan RS Rujukan Regional dan Provinsi menjadi pengampu telemedisin
  7. Pengaturan RS Pengampu mengacu Regionalisasi Rujukan di daerah
  8. Mendorong pembiayaan telemedisin dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional.
  9. Mengintegrasikan pelayanan telemedisin sebagai Penilaian  Kinerja Profesi dan masuk dalam system remunerasi rumah sakit
  10. Memperluas kerja sama pengembangan teknik telematika dengan institusi teknologi/ universitas yang membidangi teknologi kesehatan (Politeknik Negeri Bandung, Institut Teknologi Bandung, BPPT dsb)
  11. Melakukan advokasi dan sosialisasi program telemedisin ke daerah melalui dana Dekon.

Diharapkan dengan diadakannya pertemuan ini maka peserta yang hadir mendapatkan pengetahuan yang lengkap tentang pelaksanaan telemedisin sehingga dapat menerapkannya di fasilitas pelayanan kesehatan tempat saudara bertugas agar pelayanan telemedisin dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang kita harapkan bersama yaitu untuk meningkatkan akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. (ety)

*Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-5277734 atau alamat e-mail: humas.yankes@gmail.com