WORKSHOP PERENCANAAN PEMENUHAN SARANA PRASARANA DAN ALAT DI RUMAH SAKIT DENGAN KRITERIA KHUSUS

Tanggal : 23-Jul-2018 | Dilihat : 1187 kali

Jakarta - Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan dr. Andi Saguni, MA membuka acara Workshop Perencanaan Pemenuhan Sarana Prasarana Dan Alat Di Rumah Sakit Dengan Kriteria Khusus. Workshop yang dihadiri oleh Direktur RSU Adhyaksa Jakarta Timur, para narasumber serta para peserta perwakilan dari RSUD seluruh Indonesia. Dalam sambutannya Direktur Fasilitas Pelayanan  Kesehatan menyampaikan tujuan dari  workshop adalah untuk menjamin tersedianya fasilitas yang aman, berfungsi dan supportif  bagi pasien, keluarga, staf dan penunjang di rumah sakit. Untuk mencapai tujuan tersebut maka fasilitas medik, sarana dan prasarana, peralatan lainnya dan orang-orang harus dikelola secara efektif meliputi perencanaan, pendidikan dan pemantauan.

Disampaikan  juga tujuan khusus untuk mendorong pencapaian akreditasi di Rumah Sakit Pemerintah Non Rujukan Nasional/Propinsi/Regional melalui pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK). Terkait dengan penguatan pelayanan kesehatan, Pemerintah melaksanakan strategi dengan program yang bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan kesehatan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Rumah sakit harus memenuhi persyarakat lokasi, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian dan peralatan. Untuk itu perlu pengaturan penyelenggaraan Rumah Sakit yang bertujuan  : mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit, meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit dan memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber daya manusia rumah sakit dan rumah sakit.

Dalam sambutannya dikatakan juga bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan di era JKN sejak 1 Januari 2014 diperlukan penguatan seluruh rumah sakit milik pemerintah yang memadai di berbagai wilayah, termasuk rumah sakit milik pemerintah kelas C dan D yang non Rujukan Nasional/Propinsi/Regional yang didorong mencapai akreditasi rumah sakit. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka fasilitas medic, fisik, peralatan lainnya dan orang-orang harus dikelola secara efektif. Hal tersebut tercantum dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit dalam Bab Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK).

Rumah sakit yang ditunjuk sebagai Rumah Sakit dengan Kriteria Khusus melalui pemanfaatan DAK tersebut diupayakan pemenuhan prasarana dan alat kesehatan melalui strategi mewujudkan ketepatan alokasi anggaran dalam rangka pemenuhan sarana prasarana dan alat kesehatan di RS yang sesuai standar. Untuk mendukung hal tersebut perlu dilakukan berbagai upaya penguatan. Upaya penguatan tersebut antara lain dilakukan melalui pemenuhan sumber daya rumah sakit yaitu sarana (bangunan), prasarana dan alat kesehatan. Berdasarkan data ASPAK didapatkan informasi bahwa terdapat beberapa rumah sakit yang belum memenuhi standar.