WEBINAR RS RUJUKAN NASIONAL DAN RS VERTIKAL, WADAH PEMBINAAN TERHADAP PENINGKATAN AKSES FASILITAS KESEHATAN

Tanggal : 10-Apr-2017 | Dilihat : 1602 kali

Jakarta – Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, SP.OG(K), MARS membuka acara pertemuan Pemantapan Pengembangan RS Rujukan Nasional dan RS Vertikal dalam Layanan Rujukan Nasional (10/4). Pertemuan yang digelar selama tiga hari ini membahas dan mengumpulkan informasi terkait dengan mekanisme pengembangan webinar untuk rumah sakit rujukan nasional dan vertikal sehingga tercapai kesamaan persepsi satu sama lain.

Pertemuan yang dihadiri para direktur serta penanggungjawab IT RS vertikal dan RS rujukan nasional ini merupakan kegiatan pembinaan terhadap RS yang telah ditetapkan sebagai RS rujukan nasional maupun vertikal. Hal ini juga merupakan wujud nyata upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berjenjang mulai dari pelayanan dasar hingga pelayanan rujukan yang berkesinambungan dan terintegrasi.

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh webinar ini dibantu oleh TIM PKMK UGM. Untuk operasional pelaksanaannya, dilakukan setiap hari Senin dan Kamis mulai Januari – April tahun 2017. Pelaksanaannya hingga kini dilakukan dengan melakukan survei online kesiapan dan monev RS rujukan nasional dan RS vertikal, pemetaan layanan unggulan, komunikasi dan diskusi dengan tim klinis antar RS rujukan nasional dan RS vertikal, serta penyamaan desain template website untuk pengembangan sistem informasi RS rujukan.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan informasi pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit dapat dengan mudah diakses masyarakat yang hendak menikmati layanan kesehatan. Diharapkan dengan adanya layanan internet maka masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi yang cepat dan akurat. Melalui layanan yang ada didalam website masing masing rumah sakit, informasi tentang ketersediaan produk layanan, dokter, fasilitas rumah sakit dapat dengan cepat diakses oleh masyarakat, sehingga masyarakat akan semakin mudah menjangkau layanan.

Dalam perkembangannya, setelah dilakukan mapping terkait kondisi di masing-masing rs tersebut, ditemukan beberapa permasalahan/ kendala , diantaranya  belum adanya unit pengelola rujukan, belum adanya regionalisasi jejaring dalam hal hubungan rs rujukan nasional dengan RS provinsi dan RS regional di wilayah pengampuan, penggunaan telemedicine yang masih belum banyak, serta beberapa permasalahan lainnya.

”Kedepan, diharapkan beberapa kendala tersebut dapat secara continue terselesaikan dan ditemukan solusinya, sehingga segala upaya yang telah diupayakan oleh Pemerintah Pusat dalam upaya pembangunan kesehatan dapat segera mencapai hasil yang maksimal,” pungkas Dirjen Yankes. **DNI/ DSY

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan  Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com