UJI TUBERKULIN

Tanggal : 17-Dec-2018 | Dilihat : 133 kali
Kerabat paru, salah satu metode yang digunakan untuk mendiagnosis infeksi tuberculosis (TB) adalah uji tuberkulin. Uji ini sering digunakan untuk skrening individu dari infeksi laten dan menilai rata-rata infeksi TB pada populasi tertentu. Uji tuberkulin dilakukan untuk melihat seseorang mempunyai kekebalan terhadap basil TB, sehingga sangat baik untuk mendeteksi infeksi TB. Tetapi uji tuberkulin ini tidak dapat untuk menentukan M. TB tersebut aktif atau tidak aktif (latent).

Kapan dilakukan uji tuberkulin

1. Anak yang terduga TB tanpa riwayat kontak TB

2. Penunjang diagnosis TB anak dengan gejala dan tanda TB

3. Uji tapis anak yang terpajan TB (misalnya kontak serumah)

4. Orang dewasa yang berisiko tinggi terkena TB

Cara pemeriksaan uji tuberkulin

Uji tuberkulin dilakukan dengan injeksi 0,1 ml PPD secara intradermal (dengan metode Mantoux) divolar / permukaan belakang lengan bawah. Uji ini dibaca dalam waktu 48-72 jam setelah suntikan.

Interpretasi

Hasil uji tuberkulin dicatat sebagai diameter indurasi bukan kemerahan dengan cara palpasi. Standarisasi digunakan diameter indurasi diukur secara transversal dari panjang axis lengan bawah dicatat dalam milimeter.