FORUM KOMUNIKASI YANKESTRAD INTEGRASI DI RS DALAM RANGKA REVITALISASI & PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL INTEGRASI DI RS

Tanggal : 22-May-2018 | Dilihat : 1472 kali

Jakarta (21/05) -  Pertemuan Forum Komunikasi dalam rangka Revitalisasi & Penguatan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Rumah Sakit dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, dihadiri oleh Pejabat Eselon I dan II dilingkungan Kementerian Kesehatan, Para Direktur dan Ketua Komite Medik RSUP dan RSUD, Ketua POKJANAS  Kelompok Kerja Nasional Pelayanan Kesehatan Tradisional serta Pimpinan Organisasi Profesi dan Perhimpunan Fasyankes dan para Pakar  di bidang Pelayanan Kesehatan Tradisional .

Dalam sambutannya Sekjen menyampaikan bahwa Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, juga sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif baik secara sosial maupun ekonomi. 

Sejalan dengan Rencana Strategi Kementerian Kesehatan Tahun 2015 – 2019, di mana Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional. Pilar paradigma sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif preventif dan pemberdayaan masyarakat

Upaya pelayanan kesehatan dengan konsep kembali pendekatan alami atau “back to nature” dewasa ini banyak mendapat perhatian masyarakat global, karena upaya ini terus berkembang seiring dengan sistem pelayanan kesehatan konvensional.

Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pada pasal 48 menyatakan bahwa salah satu penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan melalui Pelayanan Kesehatan Tradisional. Dalam PP No. 103 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional menyatakan bahwa pelayanan kesehatan tradisional dibagi menjadi 3 yaitu pelayanan kesehatan tradisional empiris, pelayanan kesehatan tradisional komplementer dan pelayanan kesehatan tradisional integrasi.

Pelayanan kesehatan tradisional integrasi adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang mengombinasikan pelayanan kesehatan konvensional dengan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer, baik bersifat sebagai pelengkap atau pengganti. Salah satu modalitas pelayanan kesehatan tradisional yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan dapat diintegrasikan di fasilitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan medik dengan menggunakan obat herbal.

Upaya pengembangan pelayanan kesehatan tradisional integrasi telah dilakukan melalui peningkatan kapasitas dokter dalam pelayanan medik akupunktur dan herbal. Namun demikian dalam pelaksanaan di lapangan perlu dukungan dan penguatan agar dapat selaras dan sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan. 

Disampaikan juga oleh Sekjen Kementerian Kesehatan dalam upaya revitalisasi & penguatan integrasi pelayanan kesehatan tradisional di Rumah Sakit, maka dilaksanakanlah Forum Komunikasi bagi pemangku kepentingan di lingkup Rumah Sakit, guna memperoleh masukan dalam pengembangannya ke depan.