TURI PUTIH, PILOT PROJECT KAMPUNG TOGA

Tanggal : 16-Oct-2017 | Dilihat : 757 kali

Kebon Agung (11/10) – Asman Toga di sini mandiri desaku / Turi Putih Sakinah Sugih Waras Kemaruk / Asman Toga di sini Ploong juga Asman Cantik / Turi Putih Pelopor Asman-Asman Desaku (red: Lirik lagu Sakitnya tuh disini).

Penggalan dari lirik lagu tentang Toga tersebut merupakan salah satu inovasi yang dibuat oleh kelompok Asuhan Mandiri (asman) Turi Putih untuk mempermudah menghafal ramuan Taman Obat Keluarga (Toga) ataupun lokasi titik-titik akupressure.

Kelompok Asman Turi Putih yang berada di desa Kebon Agung Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur ini mulai memanfaatkan Toga di tahun 2012. Kemudian di tahun 2013, Asman Turi Putih mengembangkan ekstrak Toga untuk membuat minuman seperti mint tea, es kuase, minuman salas, jahe merah samploek, dan es krim curcuma aneka rasa.  Pada tahun 2016, produk tersebut mendapatkan nomor P-IRT. Dan hingga kini berbagai produk olahan Toga tersebut banyak dipasarkan ke masyarakat melalui event pameran, kerjasama dengan Dinas Koperasi, maupun titip di Puskesmas terdekat. Selain itu kelompok asman Turi Putih juga berlatih akupressure secara aman dan mudah pada titik – titik yang terpilih untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan dan memelihara kesehatan untuk diri sendiri maupun keluarga.

Toga merupakan bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), yang bermanfaat bagi peningkatan kesehatan keluarga bahkan dapat memperindah dan meningkatkan penghijauan lingkungan serta menambah penghasilan keluarga. Sedangkan asman adalah upaya memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat, dimana untuk kesehatan tradisional (kestrad) maka kelompok asman memanfaatkan toga dan keterampilan memijat (akupressure).

Oleh karenanya, kedua hal tersebut harus ditingkatkan dan dibina secara terus menerus. Bentuk tahapan pembinaan teknis dilakukan secara berjenjang dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa/kelurahan bersama dengan mitra sesuai peran, tugas dan fungsi masing-masing. Sejalan dengan hal itu, Pemprov Jatim berkomitmen untuk melaksanakan pengobatan tradisional yangi merupakan langkah preventif dan promotif  di sektor kesehatan. Komitmen tersebut terlihat dari adanya:

  1. Kebijakan, dengan telah diterbitkan Pergub tentang Pembentukan Seksi Baru Pelayanan Kesehatan Tradisional di Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.
  2. Anggaran dimana pengajuan rencana anggaran melalui musrembang di tiap kecamatan yang dikirimkan ke tingkat propinsi.
  3. Pembentukan tim pembina ke kelompok asman dengan SK Gubernur yang terdiri dari  Dinas Pertanian Prov. Jatim, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Jatim, Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jatim, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Jatim, TP PKK Prov. Jatim. Pembentukan tim ini juga dilakukan ditingkat kabupaten sampai tingkat desa.
  4. Regulasi, dimana telah diterbitkan Perda No. 2 Tahun 2016 tentang Upaya Kesehatan, SK Gubernur tentang Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Kestrad Empiris, SK Gubernur Tim Penyelenggara dan Tim Penilai Kelompok asman kestrad melalui Pemanfataan Toga dan Akupresur, Surat Edaran tentang Yankestrad.
  5. Kampus yang mengembangkan pengobatan tradisional yaitu Fakultas Vokasi D3 Battra Unair, dan Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) Jatim.
  6. Mitra kerjasama terkait pembinaan ke kelompok asman yakni dengan Asosiasi Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI) untuk memberikan pengetahuan tentang Toga, dan Perusahaan Jamu Iboe untuk memberikan pengetahuan dan inovasi ramuan.

Selain itu, setiap keluarga dalam kelompok asman didampingi oleh kader dan fasilitator Puskesmas dan mittra akan diajarkan asman Toga meliputi pemilihan benih, pemeliharaan dan pemanenan, serta asman akupressure untuk sakit ringan. Sebagai bahan evaluasinya, maka setiap keluarga mencatat penggunaan Toga dan akupressure dalam rumah tangganya. Dimana bahan evaluasi tersebut akan direkap setiap bulan oleh kader dan dikirimkan ke tingkat propinsi sebagai bahan analisis perencanaan kedepan. Setiap anggota kelompok Asman yang sudah dapat mandiri mengajak 5 – 10 KK untuk bergabung membentuk kelompok Asman yang baru.

Sejak awal April tahun 2017, Asman Turi Putih berhasil mengembangkan dan  membentuk 5 kelompok Asman baru agar lebih mendekatkan kepada masyarakat tentang pemanfaatan TOGA sebagai alternatif solusi permasalahan kesehatan. Adapun 5 kelompok Asman tersebut meliputi:

  1. Asman Cantik mempelajari ilmu pemanfaatan TOGA dan akupressure untuk kulit dan kecantikan
  2. Asman Kemaruk mempelajari ilmu pemanfaatan TOGA dan akupressure untuk kesehatan pencernaan
  3. Asman Ploong mempelajari ilmu pemanfaatan TOGA dan akupressure untuk kesehatan pernafasan
  4. Asman Sakinah mempelajari ilmu pemanfaatan TOGA dan akupressure untuk kesehatan reproduksi, remaja, ibu hamil sampai ibu menyusui
  5. Asman Sugih Waras mempelajari ilmu pemanfaatan TOGA dan akupressure untuk kesehatan geriatrik dan robonasis (lanjut usia).

Selain itu, salah satu bentuk pembinaannya juga adanya kompetisi yang diadakan secara berkala terkait pemanfaatan toga dan akupressure, dimana penilaian ini terstandar secara nasional.  Diharapkan dengan adanya kompetisi ini memotivasi daerah dan masyarakatnya agar pengelolaan dan pemanfaatan toga dan akupressure dapat berkembang dan berjalan secara berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan kontribusi pada peningkatan status kesehatan masyarakat.

Masyarakat dari segala kalangan yang tergabung dalam kelompok-kelompok  asman di Desa Kebon Agung sangat antusias dalam berbagi pengetahuan  dan kemampuan sehingga menciptakan kerjasama dan peran aktif kelompok sehingga saling menyebarkan manfaat toga dan akupressure untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Selain itu juga mereka mempunyai cita-cita bahwa desa atau kampung mereka dapat menjadi kampung toga.

Dalam rangka mewujudkan cita – cita menuju kampung toga sekaligus pelaksanaan evaluasi pembinaan,  kelompok asman Turi Putih pada 13 Juni 2017 telah berhasil menjadi juara satu lomba pemanfaatan toga dan akupressure tingkat kabupaten. Mewakili kabupaten Blitar ke Surabaya, tanggal 11 Juli 2017 asman Turi Putih masuk empat besar. Pada 25 Juli 2017, seleksi  tingkat Propinsi, asman Turi Putih terpilih menjadi juara satu sekaligus mewakili Jatim bersaing secara nasional. Semoga kelompok asman Turi Putih memenangkan kompetisi penilaian pemanfaatan toga dan akupressure tingkat Nasional sekaligus dapat mewujudkan kampung toga menjadi percontohan pemanfaatan toga dan akupressur menuju Indonesia sehat secara mandiri dan berkeadilan...  Aamiin.(iw/ds)

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com​