TIM PENILAI NASIONAL ASMAN TOGA DAN AKUPRESSURE KUNJUNGI PINILIH

Tanggal : 18-Oct-2017 | Dilihat : 2741 kali

Dimembe (16/10) – “Upaya pengembangan kesehatan tradisional melalui asuhan mandiri (asman) dalam memanfaatkan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan pijat akupressure bertujuan supaya masyarakat dapat memelihara kesehatan dan secara mandiri dapat mengatasi gangguan kesehatan ringan serta menambah penghasilan keluarga,” demikian penjelasan dari Siti Monawaroh sebagai koordinator Tim Penilaian tingkat Nasional pemanfaatan toga dan akupressure untuk wilayah desa.

Pembentukan asman toga dan akupressure ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kesehatan bersama lintas program dan lintas sektor dalam rangka meningkatkan upaya promotif – preventif menuju masyarakat Indonesia yang sehat mandiri dan berkeadilan. Supaya pelayanan kesehatan tradisional dapat dipertanggungjawabkan, aman dan bermanfaat, maka harus selalu dibina dan diawasi oleh Pemerintah. Pembinaan asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan keterampilan dilakukan bersama antara lintas program Kementerian Kesehatan dan lintas sektor Kementerian Terkait.

Senin (16/10) kemarin, Tim Penilai tingkat Nasional kompetisi Pemanfaatan Asuhan Mandiri Toga dan Akupressure yang diwakili dari Kementerian Kesehatan dan Unsur Profesi Promkes mengunjungi Desa Pinilih Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara dalam rangka verifikasi lapangan terhadap berkas yang dikirim ke tingkat Pusat. Desa Pinilih merupakan salah satu dari 4 daerah yang lolos nominasi penilaian tingkat Pusat untuk kategori Asman daerah pedesaan, yang meliputi Kepulauan Seribu, Bali, Manado dan Jawa Timur.

Dalam proses verifikasi ini, Tim melakukan wawancara kepada Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Perwakilan dari Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kepala Kecamatan Dimembe, Kepala Desa Pinilih, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kader dan Keluarga Binaan.

Selain itu tim juga mengunjungi rumah-rumah kader dan keluarga binaan asman untuk melihat bagaimana toga dimanfaatkan oleh masyarakat. Masyarakat Desa Pinilih secara turun temurun sudah terbiasa menggunakan tanaman sebagai obat keluarga, sayuran dan untuk keindahan. Hal ini terlihat dari tiap rumah yang rata-rata mempunyai Toga dengan 60-80 jenis tanaman. Uniknya masyarakat desa Pinilih menggunakan bahan-bahan bekas layak pakai sebagai media tanam seperti bekas tempat mie instan, bekas minuman bersoda, sabut kelapa, dan bekas ban.

Pembinaan asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan keterampilan dilakukan bersama antara lintas program Kementerian Kesehatan dan lintas sektor Kementerian Terkait.Bentuk tahapan pembinaan teknis dilakukan secara berjenjang dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa/kelurahan bersama dengan mitra sesuai peran, tugas dan fungsi masing-masing.  

Desa Pinilih memiliki 4 kelompok Asman yaitu kelompok asman Goraka, Pong-pong, Sarimbata, dan Kuni’. Dalam mengenal dan mengembangkan jenis tanaman toga, masyarakat Desa Pinilih sudah memiliki kerjasama oleh pihak swasta. Selain tentu saja pembinaan terus dilakukan oleh fasilitator dari Kecamatan dan Puskesmas serta Dinkes Provinsi.

Diharapkan pemanfaatan dan pengembangan toga dan akupressure ini tidak berhenti setelah penilaian, namun dapat dikembangkan lebih lanjut untuk dapat dirasakan manfaatnya untuk kesehatan, lingkungan  dan ekonomi bagi masyarakat desa Pinilih dan sekitarnya. (iw/ikj)

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com​