TIM PENILAI KELOMPOK ASMAN TOGA DAN AKUPRESURE KEMENKES KUNJUNGI DESA LODTUNDUH

Tanggal : 10-Oct-2017 | Dilihat : 266 kali

Gianyar (7/10) – Tim Penilai Kelompok Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA dan Akupresure Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional melakukan verifikasi lapangan ke Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Penilaian ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program Germas dengan mempopulerkan kembali kesehatan tradisional sebagai wujud upaya promotif preventif serta sekaligus untuk menyambut Hari Kesehatan Nasional.

Desa Lodtunduh merupakan satu dari empat nominasi kategori pedesaan yang dijadikan lokus penilaian penghargaan dari Menteri Kesehatan terkait Asuhan Mandiri dan Akupresure. Selain Lodtunduh, masih ada tiga desa lain yang menjadi nominasi, yang berada di wilayah Kepulauan Riau, Kabupaten Blitar, dan Manado.

Dalam tahap verifikasi ini, tim melakukan wawancara dan kunjungan observasi lapangan. Wawancara dilakukan dengan Dinkes Propinsi Bali, Dinkes Kabupaten Gianyar, kepala desa, Tim PKK, kader serta keluarga binaan tim TOGA dan Asman di desa tersebut. Sedangkan untuk kunjungan observasi lapangan, tim penilai mengunjungi dua sampel rumah keluarga yang membudidayakan dan aktif menggunakan TOGA sebagai penunjang kesehatan keluarganya, melakukan penilaian praktik pembuatan ramuan TOGA dari keluarga binaan, serta satu pusat produksi TOGA yang dikelola oleh PKK Desa Lodtunduh.

Pemanfaatan TOGA di Desa Lodtunduh memang dapat dikatakan telah membudidaya di seluruh warganya. Di desa ini, setiap rumah diwajibkan menanam minimal lima macam tanaman TOGA di halaman mereka. Ini merupakan kesepakatan dan komitmen bersama antara kepala desa beserta seluruh warga. Bahkan, untuk mendukung program tersebut, mereka mengembangkan TOGA menjadi produk-produk kesehatan seperti jamu, lulur, produk kecantikan, makanan yang memiliki nilai ekonomis.

“Sungguh saya terkesan dengan warga Desa Lodtunduh, dimana warganya sudah sangat care dengan pemanfaatan TOGA. Terlebih masyarakat telah mulai berinovasi mengembangkan TOGA menjadi produk-produk kesehatan yang kekinian,” ujar Siti Munawaroh, Ketua Tim Penilai Kemenkes.

Siti Munawaroh juga berharap agar inovasi-inovasi ini dapat terus dikembangkan dan dapat didistribusikan secara meluas ke wilayah Bali dan sekitarnya, sehingga dapat menjadi komoditas yang membawa manfaat kesehatan bagi masyarakat Indonesia. ***DNI/IKJ