SUBFERTILITAS DAN CARA MENINGKATKAN PELUANG KONSEPSI

Tanggal : 09-Jul-2020 | Dilihat : 183 kali
Penulis : Ruswana AnwarDivisi Fertilitas dan Endokrinologi ReproduksiDept/KSM. Obsteri dan GinekologiRSUP Dr. Hasan Sadikin BandungDefinisi SubfertilitasIstilah subfertilitas dan infertilitas seringkali tertukar, tetapi istilah tersebut tidaklah sama. Subfertilitas adalah kehamilan tertunda, sedangkan infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil secara alami, setelah satu tahun pernikahan. Dalam subfertilitas, kemungkinan hamil secara alami dapat terjadi, tetapi memerlukan proses yang lebih lama dibandingkan umumnya. Dalam infertilitas, tidak memungkinkan terjadinya kehamilan tanpa intervensi medis. Menurut penelitian, kebanyakan pasangan berhasil melakukan pembuahan spontan dalam waktu 12 bulan hubungan suami istri tanpa menggunakan alat kontrasepsi.Penyebab subfertilitasKebanyakan penyebab subfertilitas sama seperti infertilitas. Kesulitan pembuahan dapat terjadi terkait penyebab pada suami maupun istri atau keduanya yang pada beberapa kasus penyebabnya tidak diketahui.Permasalahan OvulasiPenyebab subfertilitas tersering adalah masalah ovulasi. Tanpa ovulasi, sel telur tidak dapat dilepaskan untuk dibuahi. Terdapat sejumlah kondisi yang dapat mencegah ovulasi, yaitu :•    Polycystic ovary syndrome (PCOS), yang dapat mencegah ovulasi atau menyebabkan ovulasi tidak teratur.•    Diminished ovarian reserve (DOR), yaitu berkurangnya jumlah sel telur terkait usia atau penyebab lain baik kondisi medis maupun operasi ovarium sebelumnya.•    Premature ovarian insufficiency (POI), juga dianggap sebagai menopause dini, pada saat ovarium tidak berfungsi sebelum usia 40 tahun dikarenakan kondisi medis, seperti kemoterapi.•    Hypothalamus dan kelenjar pituitari , yaitu gangguan kemampuan memproduksi hormone yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi ovarium tetap normal.Sumbatan Tuba FallopiTuba fallopi yang tersumbat, mencegah pertemuan sel telur dengan sperma, yang bisa disebabkan oleh endometriosis, penyakit radang panggul, jaringan parut dari operasi sebelumnya, seperti operasi kehamilan ektopik, riwayat gonore atau chlamydia. Kelainan Bentuk UterusUterus atau disebut juga rahim adalah tempat tumbuhnya bayi. Kelainan atau cacat pada uterus dapat mengganggu kemampuan untuk hamil. Hal ini termasuk kondisi kelainan bentuk rahim sejak lahir, atau masalah yang terjadi dalam perkembangan berikutnya. Beberapa kondisi uterus seperti :•    Uterus bersepta, yaitu terdapat sekat pemisah membagi rahim menjadi dua kamar.•    Uterus bikornus, yaitu ketika uterus mempunyai dua rongga yang harusnya menjadi satu, membentuk gambaran seperti jantung.•    Uterus ganda, yaitu uterus mempunyai dua rongga, yang masing-masing mempunyai jalur keluar sendiri•    Mioma atau fibroid, yaitu pertumbuhan otot rahim abnormal didalam atau diatas rahim.Masalah terkait fungsi atau produksi sperma.Produksi atau fungsi sperma yang tidak normal dapat menyebabkan subfertilitas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya gonore, chlamydia, HIV, diabetes, penyakit gondok, Kanker dan pengobatannya, varises didalam testis, cacat genetic seperti sindrom Klinefelter .Masalah terkait pengiriman spermaMasalah terkait pengiriman sperma dapat mempersulit proses pembuahan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti : kondisi genetik (cystic fibrosis), ejakulasi dini, kecelakaan atau kerusakan testis, cacat struktur, seperti sumbatan dalam testis. Faktor Risiko Beberapa faktor tertentu, meningkatkan risiko subfertilitas yang sama untuk wanita dan pria, meliputi : wanita diatas 35 tahun, pria diatas 40 tahun, kelebihan atau kekurangan berat badan, kebiasaan merokok atau mengkonsumsi ganja, kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan,  stress, paparan radiasi, penggunaan obat-obatan tertentu, paparan limbah dari lingkungan seperti timbal dan pestisida.Diagnosa SubfertilitasAhli fertilitas dapat membantu mendiagnosa penyebab subfertilitas. Dokter akan mulai mengumpulkan riwayat medis dan hubungan sexual dari pasangan, serta akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan pelvis wanita dan pemeriksaan genital pria. Evaluasi fertilitas dapat meliputi sejumlah uji. Untuk wanita dilakukan uji USG transvaginal untuk memeriksa organ reproduksi, pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormone terkait ovulasi, hysterosalpingography untuk mengevaluasi kondisi tuba fallopi dan uterus, pemeriksaan cadangan ovarium untuk memeriksa kualitas dan kuantitas sel telur. Sedangkan pemeriksaan untuk pria meliputi analisis semen, pemeriksaan darah untuk menentukan kadar hormon termasuk testosteron, uji pencitraan seperti USG testis, uji genetik untuk memeriksa cacat genetik yang dapat memengaruhi infertilitas, biopsi tesis untuk mengetahui kelainan.Terapi subfertilitasMenjadi subfertil dibanding infertile berarti masih ada peluang untuk terjadinya pembuahan secara alami. Jadi, penanganan subfertilitas difokuskan pada perubahan gaya hidup dan mempelajari bagaimana meningkatkan peluang agar hamil. Meningkatkan peluang terjadinya pembuahanBerikut ini adalah beberapa gaya hidup dan tips yang dapat meningkatkan peluang untuk melakukan pembuahan secara alami :•    Hindari merokok yang dapat memengaruhi kesuburan baik wanita maupun pria.•    Hentikan konsumsi alkohol•    Menjaga berat badan ideal, karena kekurangan atau kelebihan berat badan dapat memengaruhi kesuburan•    Gunakan alat prediksi kesuburan untuk mengetahui waktu terbaik untuk melakukan hubungan suami istri.•    Mengukur temperatur suhu tubuh harian di masa-masa subur.•    Hindari panas yang berlebihan, seperti sauna, karena dapat memengaruhi produksi dan pergerakan sperma.•    Kurangi kafein, yang dapat berhubungan dengan subfertilitas pada wanita.•    Konsultasikan pada Dokter mengenai medikasi, yang memengaruhi fertilitas.Terapi Medisinal Terapi medisinal tergantung pada penyebab subfertilitas atau infertilitas. Terapi akan berbeda baik itu utk wanita maupun pria.Terapi untuk pria Pilihan terapi untuk pria dapat meliputi terapi kesehatan sexual diantaranya operasi untuk memperbaiki varises, medikasi untuk memperbaiki fungsi testis, termasuk jumlah dan kualitas sperma serta tehnik pengambilan sperma untuk mendapatkan sperma pada pria yang memiliki masalah ejakulasi atau ketika ejakulasi cairan tidak mengandung sperma.Terapi untuk WanitaTerdapat beberapa terapi berbeda untuk mengembalikan fertilitas wanita. Seorang wanita dapat memerlukan hanya satu terapi atau kombinasi lebih dari satu terapi agar dapat hamil. Hal ini meliputi obat-obatan kesuburan untuk mengatur dan menginduksi fertilitas, operasi untuk memperbaiki masalah uterus serta intrauterine insemination (IUI) yaitu menempatkan sperma yang sehat didalam rahim.Teknologi Reproduksi Berbantu Teknologi Reproduksi Berbantu  mengacu pada terapi fertilitas atau prosedur yang melibatkan penanganan sel telur dan sperma. In vitro fertilization (IVF) merupakan prosedur TRB yang paling sering dipilih, yang melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium yang kemudaian difertilisasi dengan sperma. Embrio yang dihasilkan kemudian ditanamkan kedalam rahim. Tehnik lain yang mungkin dilakukan pada saat IVF untuk meningkatkan peluang pembuahan meliputi :•    Intracytoplasmic sperm injection (ICSI),  yaitu sperma sehat disuntikan langsung kedalam sel telur.•    Assisted hatching, yaitu implantasi berbantu dengan membuka lapisan luar embrio•    Donor sperma atau sel telur, dilakukan ketika ada masalah berat  baik pada sel telur maupun sperma•    Gestational carrier, yaitu sebuah pilihan untuk wanita yang tidak memiliki fungsi normal dari uterus atau mereka yang dianggap berisiko tinggi untuk hamil. Percobaan pembuahan secara alami vs terapi fertilitas.Para ahli merekomendasikan untuk berkonsultasi dengan Dokter setelah percobaan pembuahan selama satu tahun untuk wanita dibawah satu tahun atau setelah enam bulan untuk wanita diatas 35 tahun. Orang yang memiliki kondisi medis atau cedera yang dapat memengaruhi kehamilan sebaiknya menemui Dokter sebelum percobaan kehamilan. SaranSubfertilitas artinya upaya untuk hamil membutuhkan waktu lebih lama dibanding biasanya. Meskipun hal ini dapat menimbulkan frustasi, perubahan gaya hidup dapat meningkatkan peluang konsepsi. Konsultasikan dengan Dokter jika anda khawatir dengan kesuburan anda.

Sekretariat