SOSIALISASI DAN PENGUKUHAN AGENT OF CHANGE DI RSWS MAKASSAR

Tanggal : 12-Jul-2018 | Dilihat : 54 kali

Makassar, (10/07) – Sebagai upaya tindak lanjut dan bentuk keseriusan pimpinan dan seluruh karyawan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar menjadi RS yang menuju WBK/WBBM, pada hari ini Selasa (10/07) dilaksanakan Sosialisasi dan Pengukuhan Agent Of Change (AOC) di lingkungan RSWS, setelah sebelumnya dilakukan pembekalan AoC bulan Mei yang lalu.

Kementerian Kesehatan sebagai institusi pemerintah dalam bidang kesehatan dituntut melakukan upaya Revolusi mental pada seluruh sistem birokrasinya yang terdiri dari tiga nilai yaitu Integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Upaya utama pelaksanaan Revoluasi Mental di Kementerian Kesehatan berorientasi pada pembenahan mental para pejabat dan pegawai untuk dapat mengendepankan revolusi karakter bangsa sebagai salah satu agenda prioritas pemabangunan nasional dengan mengusung tagline “Cepat, Tepat, dan Bersahabat”.

Direktur Utama RSWS Dr. dr. Khalid Saleh, SpPD-KKV, FINASIM, M.Kes menyampaikan bahwa sebagai komitmen RSUP Dr. Wahidin Sudirohusdo Makassar dalam membangun Zona Integritas menuju WBK dan WBBM maka dibentuk Agent Of Change (AoC) yang akan mengawal implementasi pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM,” kata Khalid saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut Khalid menyampaikan, Agent of Change (AoC) Reformasi Birokrasi memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai Katalis, memberikan keyakinan kepada seluruh pegawai di lingkungan unit kerjanya masing-masing tentang pentingnya perubahan menuju ke arah yang lebih baik; Penggerak Revolusi Mental, Mediator, Sebagai Penghubung, dan Pemberi Solusi,’’ jelasnya.

Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan dalam sambutannya menekankan terhadap penerapan WBK dan WBBM untuk mencegah tindakan Fraud, korupsi dan gratifikasi. Sebagai upaya pencanangan Zona Integritas maka pemanfaatan IT dan pendayagunaan SDM yang baik sangat dituntut untuk mencapai WBK dan WBBM, selain itu perlu adanya inovasi dalam pelayanan serta adanya program pencegahan korupsi di unit kerja masing-masing,” ungkapnya.

“Saya yakin RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar mampu meraih predikat WBK dan WBBM seperti RSUP Kariadi Semarang,” ucapnya.

Saat ini kita ingin merubah paradigma yang keliru tentang Itjen Kemenkes bahwa Itjen bukan lagi sebagai “detektif” atau mencari-cari kesalahan, namun lebih kepada membangun kemitraan yang baik karena kita semua satu atap, Kementerian Kesehatan.

Kendati demikian, Itjen Kemenkes tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran karena Itjen akan selalu ikut mengawasi dan mengawal setiap satuan kerja yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI. Oleh karena itu, mari kita terapkan budaya kerja yang baik, sehat tanpa korupsi,” tuturnya saat mengakhiri sambutannya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pengukuhan secara simbolis yang ditandai dengan penyematan pin Agent of Change oleh Itjen Kemenkes yang diketuai oleh Dr. Sriwati Palaguna, Sp.A, M.Kes selaku Direktur Umum dan Operasional.

Disela-sela usai acara Sriwati Palaguna mengungkapkan bahwa saat ini Kemenkes telah 5 kali berturut-turut mencapai predikat WTP dari BPK, dan capaian predikat itu semua UPT Kemenkes berkontribusi di dalamnya termasuk RSWS. “Kami sebagai ketua Tim sudah melakukan Sosialisasi, pre Assessment, self Assessment, sampai dengan pendampingan & pembinaan dari pusat.” Kunci dr. Sriwati Palaguna, Sp.A, M.Kes.

(Rep. Adhi)