VERIFIKASI LAPANGAN PENILAIAN KELOMPOK ASMAN TOGA DAN AKUPRESSUREDI DESA KEBON AGUNG

Tanggal : 16-Oct-2017 | Dilihat : 692 kali

Blitar (11/10) – Salah satu strategi pembangunan kesehatan  yang dilakukan Kementerian Kesehatan dalam rangka meningkatkan upaya promotif – preventif adalah mendorong masyarakat agar mampu memelihara kesehatannya, serta mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri melalui kemampuan asuhan mandiri. Asuhan mandiri kesehatan tradisional dilakukan oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat dengan memanfaatkan taman obat keluarga (TOGA) dan keterampilan. Supaya pelayanan kesehatan tradisional dapat dipertanggungjawabkan, aman dan bermanfaat, maka harus selalu dibina dan diawasi oleh Pemerintah.

Pembinaan asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan keterampilan dilakukan bersama antara lintas program Kementerian Kesehatan dan lintas sektor Kementerian Terkait. Bentuk tahapan pembinaan teknis dilakukan secara berjenjang dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa/kelurahan bersama dengan mitra sesuai peran, tugas dan fungsi masing-masing. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 9 tahun 2016 tentang Upaya Pengembangan Kesehatan Tradisional melalui Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga dan Ketrampilan, pembinaan asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan keterampilan dapat dilakukan melalui penilaian pemanfaatan TOGA dan Akupressur.

Sejak tahun 2015, Kementerian Kesehatan telah menyelenggarakan lomba penilaian kelompok asuhan mandiri (Asman) kesehatan tradisional melalui pemanfaatan TOGA dan Akupressur tingkat Nasional. Adapun jenjang penilaian yang dilakukan meliputi penilaian tingkat kecamatan, tingkat Kabupaten/Kota, tingkat propinsi dan tingkat Pusat / Nasional. Adapun penilaian dibagi dalam 3 kriteria yaitu daerah kawasan perkotaan, pedesaan dan terpencil dan sangat terpencil (DTPK).

Rabu (11/10) kemarin, Tim Penilai tingkat Nasional melakukan kunjungan ke kelompok Asman Turi Putih Desa Kebon Agung Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur dalam rangka verifikasi lapangan terhadap berkas yang dikirim ke tingkat Pusat. Desa Kebon Agung merupakan salah satu dari 4 daerah yang lolos nominasi penilaian tingkat Pusat untuk kategori Asman daerah pedesaan yaitu  Kepulauan Seribu, Bali, Manado dan Jawa Timur.

Dalam proses verifikasi ini, Tim melakukan wawancara dan verifikasi ulang kepada Wakil Gubernur dan  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Kepala Kecamatan Wonodadi, Kepala Desa Kebon Agung, Kader dan Keluarga Binaan. Verifikasi ini juga dihadiri oleh perwakilan Puskesmas, Tim Penggerak PKK tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Blitar, perwakilan lintas sektor dan program meliputi dinas pertanian,  dinas infokom, dinas perindustrian, bidang promosi kesehatan, UPTD Propinsi, dan LSM.  

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf saat menerima Tim Penilai Kelompok Asman TOGA dan Akupressure tingkat Nasional di Ruang Rapat Wagub Jatim, Selasa (10/10) menjelaskan bahwa Jatim telah mengembangkan pelayanan Kesehatan tradisional sesuai dengan Pergub tentang Perubahan Struktur Organisassi di OPD Jatim dengan dibentuknya Seksi Baru Pelayanan Kesehatan Tradisional di Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jatim.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kohar HS ditempat yang sama dengan wagub,  mengatakan telah membina kelompok Asman dengan prinsip ARRAHMAN yang meliputi A adalah aman dimana pengobatan yang dilakukan harus aman. R adalah rasional karena ini empiris turun temurun sehingga sudah pernah ada penelitian ilmiah secara benar.  RAH itu murah artinya efisien dimana harganya tidak mahal namun efisien mengobati. Dan terakhir MAN artinya nyaman serta manusiawi.  

Pada kunjungan lapangan ke desa Kebon Agung, Tim penilai disuguhkan dengan berbagai produk inovasi dalam pemanfaatan TOGA meliputi minuman ekstrak dari empon-empon, es krim dari curcuma dan jahe merah, mint tea, minuman salasa, es kuase. Selain itu juga disajikan inovasi cara pembelajaran pemanfaatan TOGA dan akupressure untuk memudahkan menghafal dalam membuat ramuan dan menghafal titik-titik akupressure dibuat singkatan-singkatan unik dan lagu sederhana.

“Setiap daerah yang kami kunjungi mempunyai keunikan tersendiri. Khusus di daerah Jawa Timur ini, kami melihat terdapat kesinambungan kebijakan dan komitmen dari gubernur sampai ke desa Kebon agung dalam memanfaatkan Toga dan akupressure”, ujar Siti Monawaroh selaku koordinator Tim Penilaian wilayah desa.

Siti Monawaroh berharap berbagai inovasi ini tidak berhenti setelah penilaian, namun dapat dikembangkan lebih lanjut untuk dapat dirasakan manfaatnya dari segi kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat Jawa Timur dan khususnya di desa Kebon Agung. (iw/ds)

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com