SATU PEMAHAMAN UNTUK PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA

Tanggal : 27-Mar-2017 | Dilihat : 1397 kali

Jakarta – Keberhasilan sebuah program ditentukan dari intensnya sosialisasi maupun pembinaan yang dilakukan unit teknis. Artinya dengan adanya sosialisasi ini, maka akan terjadi satu pemahaman yang sama dari pengetahuan atau informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer melaksanakan pertemuan Semi Lokakarya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga kepada pejabat struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (24/4).

Dalam laporan Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, dr. Gita Maya Koemara Sakti, MHA menyampaikan tujuan pertemuan ini untuk sosialisasi lintas program, mempersiapkan calon narasumber/pemateri, memperoleh kesamaan dan memperoleh komitmen serta dukungan dari lintas program dalam melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. 

“Terlebih kami membutuhkan narasumber atau pemateri yang menjadi perwakilan Kementerian Kesehatan saat memaparkan program ini di daerah. Untuk itu, kami membuat pre dan post test agar memastikan para narasumber memahami program ini dan nantinya diharapkan narasumber menjadi agent of change, sehingga seseorang ini mendapat kepercayaan masyarakat akan perilaku hidup sehat,”ungkap dr. Gita Maya. 

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS menjelaskan setiap pejabat struktural harus memiliki pemahaman yang sama pada Program Indonesia Sehat. Karena, Program Indonesia Sehat ini menjadi program prioritas dari agenda kelima Nawa Cita. Program ini sebagai program utama Pembangunan Kesehatan, kemudian dimasukkan pada rencana strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015 – 2019. 

Perlu diketahui bahwa pelaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga, yaitu 1) keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB), 2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, 3) Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, 4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI) ekslusif, 5) Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, 6) Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, 7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, 8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, 9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok, 10) Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, 12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

“Dengan adanya pertemuan ini terjadi kesamaan pemahaman dan semangat dalam mendukung pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, melalui sosialisasi dan advokasi ke Pemerintah Daerah pada setiap kegiatan yang dilakukan di unit teknis di lingkungan Ditjen Pelayanan Kesehatan,” ucap dr. Bambang Wibowo. 

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com