RSUP SANGLAH AKTIF LAPORKAN KASUS

Tanggal : 06-Dec-2018 | Dilihat : 19 kali
Oleh: RSUP Sanglah, Denpasar, 3 Desember 2018,-  Dalam rangka monitoring dan evaluasi surveilans Congenital Rubella Syndrome (CRS) untuk asistensi teknis, RSUP Sanglah sanglah menerima kunjungan dari Komite Ahli Verifikasi Campak dan Rubela serta Subdit Surveilans dan WHO-EPI. Dalam kunjungannya ini, telah dilakukan kegiatan review data CRS tahun 2018 dan mereview register atau rekam medis anak (Jantung, Neuro, THT, dan Mata). Acara yang bertempat di aula Yudistira ini dihadiri juga oleh Direktur Medik dan Keperawatan, Dokter Spesialis terkait, Kepala Ruangan Perawatan terkait dan Kepala Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah.

Kunjungan ini disambut baik oleh Direktur Medik dan Keperawatan, Dr dr I Ketut Sudartana, SpB(KBD). Dalam sambutannya Sudartana mengatakan bahwa penyakit campak dan rubela di RSUP Sanglah masih terbilang kecil, tetapi akan tetap ditangani secara serius. "Walupun penyakit campak dan rubela ini masih tergolong kecil terjadi di RSUP Sanglah, kami akan tetap memonitoring secara serius serta akan menambah lagi alat alat medis untuk mendukung penuh program deteksi serta penyembuhan penyakit ini tentunya sesuai dengan RAB RSUP Sanglah. Beberapa hal yang sekiranya masih kurang akan kami perbaiki untuk memperlancar proses pengobatan dan pelaporan" ujar Sudartana.

Komite Ahli Verifikasi Campak dan Rubela, Prof Rita mengatakan sangat mengapresiasi terhadap aktifnya pelaporan yang telah dilakukan RSUP Sanglah selama ini. "RSUP Sanglah termasuk rumah sakit yang paling aktif melaporkan kasus CRS dengan sistem pelaporan yang baik, walaupun kasusnya tergolong sedikit. Beberapa sistem yang dijalankan sudah sangat baik dilakukan oleh di Medis. Kami berharap kedepannya RSUP Sanglah tetap siap dan siaga terhadap penanganan dan pelaporan untuk kasus CSR ini" ujar Prof Rita. Asistensi teknis surveilans CRS ini akan belangsung selama 3 hari, yang dimulai pada tgl 2 hingga 4 Desember 2018 di RSUP Sanglah. (HUMAS RSUP SANGLAH)