ECHO PROJECT INDONESIA : OPPORTUNISTIC SCREENING MAMMOGRAPHY

Tanggal : 11-Jan-2019 | Dilihat : 126 kali
JAKARTA - Cakupan Program deteksi dini kanker payudara saat ini masih rendah, sehingga diperlukan peningkatan kualitas program dengan hasil yang  terukur.

Mammografi merupakan modalitas rumah sakit juga belum optimal dimanfaatkan karena terbatasnya permintaa klinis untuk diagnostik lesi payudara yang teraba. Dengan jumlah sekitar 200 unit mammografi di Indonesia maka program nasional skrining mammografi bukan merupakan prioritas.

Upaya penurunan kanker payudara stadium lanjut ini dapat dilakukan secara terintegritas dalam satu sistem layanan kesehatan. Pilot project opportunistic screening mammografi merupakan langkah awal dalam pembentukan sistem rujukkan sebelum diusulkan sebagai peraturan atau kebijakan.

Diskusi dibuka oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr.dr.Nina Kemala Sari, Sp.PD,K-Ger, MPH  dihadiri oleh  Kementerian Kesehatan RI Subdit Kanker, P2JK , Yayasan Kanker Payudara , A2KPI, RS. Sardjito / FKKKM UGM , BAPETEN,  PARI,Indonesia Women Imaging, IAPIAFISMI,  FKM UI

Diskusi ini bertempat RS.Kanker  Dharmais pada tanggal 11 Januari 2019.