ELEKTROFISIOLOGI DAN ABLASI PERTAMA DI SULAWESI UTARA UNTUK MENGATASI GANGGUAN IRAMA JANTUNG

Tanggal : 11-Jan-2019 | Dilihat : 141 kali
MANADO - Perkembangan penanganan penyakit jantung di Sulawesi Utara semakin maju. Tidak hanya dalam penanganan penyakit jantung koroner, namun kini penyakit gangguan irama jantungpun dapat ditangani.

Bagian Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Samratulangi RSUP Prof. Dr. dr. Kandou bekerja sama dengan tim RS Jantung Bina Waluya mengadakan tindakan Elektrofisiologi dan Kateter Ablasi yang pertama kali dilakukan di Sulawesi Utara pada tanggal 9 dan 10 Januari 2019.

Dalam tindakan ini melibatkan dokter spesialis jantung, yaitu Dr. dr. Muhammad Munawar SpJP(K) dan dr. Benny Mulyanto Setiadi, Sp.JP(K). Tindakan yang dilakukan adalah Elektrofisiologi dan Kateter Ablasi.

Dulu gangguan irama jantung hanya ditangani dengan obat jantung sehingga masih sering kambuh. Tindakan ablasi ini merupakan terapi definitif (menyembuhkan) dengan angka kesuksesan lebih dari 95% dan angka kekambuhan kurang lebih 1-2%.

Tindakan ini juga memiliki angka morbiditas (kesakitan) akibat tindakan kecil sekitar 2-3% serta angka mortalitas (kematian) mendekati nol. Selain itu, lama perawatan setelah tindakan singkat yaitu sekitar 1 hari.

Tindakan yang dilakukan di Pusat Jantung Terpadu RSUP Prof Kandou Manado, didorong untuk memberikan pelayanan kepada pasien dengan gangguan irama jantung, sehingga diharapkan irama jantung kembali normal dan keluhan dapat membaik, ungkap dr. Benny Mulyanto Setiadi, Sp.JP(K). Menurut beliau, tindakan ini jarang dilakukan karena dokter ahli elektrofisiologi maupun fasilitas masih terbatas. Dokter ahli elektrofisiologi di Indonesia berjumlah kurang lebih 30 dokter, yang sebagian besar tersebar di pulau Jawa. Di Indonesia Timur sendiri,  sudah terdapat 2 dokter ahli elektrofisiologi yang berada di kota Makassar dan Manado, sehingga diharapkan masyarakat Indonesia yang berada di bagian Indonesia Timur  mendapat pelayanan di bidang ini dan tidak perlu jauh ke luar daerah untuk mendapat pelayanan.

Laporan : CH/Hukormas RSUP Kandou Manado