PENYUSUNAN NSPK PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK)

Tanggal : 21-Sep-2017 | Dilihat : 3141 kali

Jakarta - Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Menyelenggarakan pertemuan Penyusunan Pedoman Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Indenesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

Pertemuan yang diselenggarakan di Jakarta, tanggal 28 – 30 Mei 2017 diharapkan mengasilkan Pedoman Monev Pelaksanaan PIS-PK di lapangan. Pertemuan dihadiri oleh  Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Kesehatan, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Tim Health Policy Unit (HPU), Perwakilan Setbadan PPSDM, Setbadan Litbangkes, Setditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Setditjen Kesehatan Masyarakat, Biro Hukum dan Organisasi, Biro Perencanaan dan Anggaran, Pusat Data dan Informasi, Pusat Pelatihan SDMK, P2JK, Direktorat Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan, Direktorat Mutu dan Akreditasi, dan peserta daerah perwakilan 5 Provinsi, Kab/Kota dan Puskesmas (Aceh, DKI Jakarta, Jateng, Kaltim dan Sulteng).

Dalam Sambutannya Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS  menyampaikan Kementerian kesehatan telah menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga untuk kita laksanakan bersama. 

PIS-PK pada hakekatnya merupakan pelayanan kesehatan luar gedung Puskesmas. Melalui kunjungan rumah, Tim Puskesmas sekaligus dapat memberikan intervensi awal terhadap permasalahan kesehatan yang ada di setiap anggota keluarga.

Pelaksanaan PIS-PK ditekankan pada integrasi pendekatan akses pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan, pembiayaan serta sarana dan prasarana termasuk program uapaya kesehatan masyarakat dan perorangan yang mencakup seluruh keluarga dalam wilayah kerja Puskesamas dengan memperhatikan manajemen Puskesmas.

Berbagai upaya telah dilakukan agar implementasi PIS-PK dapat terlaksana dengan baik yang dimulai dari proses ujicoba, penyusunan norma standar prosedur kriteria (NSPK), penentuan tahapan dan lokus Puskesmas untuk pelaksanaan dan pelatihan. Untuk memantau proses implementasi PIS-PK perlu dilakukan monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan maupun pencapaian target sesuai dengan track yang telah ditentukan/ditetapkan dan terciptanya peningkatan kualitas pelaksanaan.

Pembinaan secara intensif perlu dilakukan oleh masing-masing penanggungjawab pembina wilayah (Binwil) ke provinsi dan selanjutnya dilakukan secara berjenjang hingga ke Puskesmas, sehingga masalah maupun hambatan yang ditemui dapat dikomunikasikan dan diatasi bersama dengan segera. 

Melalui pedoman ini diharapkan seluruh tahapan pelaksanaan PIS-PK dapat dipantau oleh masing-masing level tersebut dimulai dari pelatihan keluarga sehat, persiapan pelaksanaan, kunjungan keluarga dan intervensi awal,  analisis indeks keluarga sehat (IKS) awal, intervensi lanjut integrasi ke dalam program Puskesmas dan analisis perubahan IKS. 

Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan pada setiap tahapan pelaksanaan PIS-PK oleh semua level pelaksana, sehingga adanya hambatan, tantangan maupun ketidaksesuaian pada saat pelaksanaan dapat segera diminimalisir dan dilakukan rencana perbaikan selanjutnya.

Oleh karena dibutuhkannya acuan atau pedoman bagi Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PIS-PK.  *Subdit Puskesmas Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer.