WORKSHOP MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK) PERALATAN MEDIS DAN UTILITAS

Tanggal : 03-May-2017 | Dilihat : 3511 kali

Denpasar (29/04) - Workshop Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) Peralatan Medis dan Utilitas diselenggarakan pada tanggal 27 – 29 April 2017 di Hotel Harper Kuta dihadiri oleh para anggota Pokja MFK dari 50 RS pemerintah sebagai peserta.  Kegiatan ini bertujuan agar para anggota Pokja MFK RS dapat menyusun dokumen perencanaan manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) peralatan medis dan utilitas untuk selanjutnya dapat diimplementasikan oleh manajemen RS.

Berdasarkan Peraturan Presiden No 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pada bidang kesehatan, Presiden telah mentargetkan Jumlah Kabupaten/Kota memiliki minimal 1 RSUD tersertifikasi akreditasi sebanyak 481 pada tahun 2019 sebagai bukti komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Pada tahun 2016, RS yang terakreditasi sudah mencapai 201 RS, untuk meraih target tahun 2017 sebanyak 287 RS, maka RS harus juga memiliki komitmen yang tinggi, didukung oleh seluruh staf / karyawan RS (staf medis dan non medis)  agar dapat meraih peringkat akreditasi paripurna. Pencapaian target akreditasi menjadi tanggung jawab bidang kesehatan baik pemerintah pusat dan daerah untuk konsisten melaksanakan kebijakan sesuai dengan kewenangannya.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dalam hal ini Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan memiliki tugas perumusan dan pelaksanaan kebijakan, Penyusunan NSPK dan bimbingan teknis bidang fasilitas pelayanan kesehatan untuk  menyiapkan sarana prasarana dan alat kesehatan untuk dikelola sesuai dengan standar, dimana komponen input sarana prasarana dan peralatan kesehatan merupakan komponen penting dalam patient safety.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Indonesian  Association of Clinical Engineers (IACE) dan pakar dalam hal kelistrikan. Selain itu dalam kegiatan ini juga dilaksanakan kunjungan lapangan penyelenggaraan MFK di RSUP Sanglah sebagai Rumah Sakit yang telah mencapai akreditasi tingkat nasional paripurna dan JCI, lengkap dengan pemenuhan Standar Academic Medical Center (AMC). Kunjungan lapangan tersebut dilaksanakan di workshop IPSRS, IGD, IPAL, Binatu, Genset, Ruang Power Supply, Instalasi Air, Ruang Gas Medis, Incinerator, TPS dan Pengolahan Limbah B3. Pada akhir kegiatan ini peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam rangka simulasi dalam penyusunan dokumen perencanaan manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) peralatan medis dan utilitas di RS.

Harapan lain pada pertemuan ini adalah mendapatkan bekal pengetahuan dalam merencanakan manajemen fasilitas dan keselamatan peralatan kesehatan dan utilitas (air dan listrik) yang baik, secara khusus untuk menghadapi penilaian akreditasi RS tahun 2017.