PERAN PENTING DEWAS KELOLA SATKER BLU

Tanggal : 19-Dec-2017 | Dilihat : 866 kali

BOGOR – Setiap penghujung tahun, Ditjen Pelayanan Kesehatan melakukan evaluasi kegiatan dan anggaran yang telah dilaksanakan selama 11 bulan dan hasilnya digunakan untuk perbaikan serta persiapan memasuki tahun anggaran 2018 sehingga program dan kegiatan Ditjen Pelayanan Kesehatan dapat mencapai tujuan yang lebih baik lagi.

“Kegiatan ini dilakukan pada akhir tahun, kita dapat mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan, sekaligus persiapan rencana tahun depan yang harus dilakukan, sehingga pada awal tahun 2018 masyarakat sudah dapat menerima manfaatnya,”ungkap Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS saat membuka Rapat Kerja Ditjen Pelayanan Kesehatan Tahun 2017 dan Rapat Dewan Pengawas (15/12).

Setiap kegiatan harus dilakukan pada awal tahun, karena kita ketahui bahwa dinamika pelayanan kesehatan memiliki tantangan dan peluang yang berbeda, seperti transisi epidemiologi, pelayanan kesehatan era JKN, peningkatan kompetensi faskes, pelayanan kesehatan rujukan maupun pelayanan kesehatan primer. Semua tantangan ini memiliki ciri khas tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pelayanan kesehatan melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan.

Penguatan pelayanan kesehatan dapat juga dilakukan dengan pengelolaan fasyankes secara professional harus didukung oleh sinergi dari pejabat pengelola, pegawai, dewan pengawas serta pembina teknis.

“Adanya indikator-indikator penilaian kinerja dalam pengelolaan fasyankes merupakan target yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan kinerja keuangan. Disinilah adanya peran dewan pengawas (dewas),”ungkap dr. Bambang.

Dalam melaksanakan tugasnya Dewas diharapkan mampu menjamin agar kegiatan pembinaan layanan Satker BLU dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan pembentukan BLU, menjamin agar fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU dapat dipertanggungjawabkan, dan menjamin agar semua kewajiban Satker dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai ketentuan.

Sebagai informasi berdasarkan undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit bahwa dewas adalah organ BLU yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pengurusan BLU atau unit non struktural pada rumah sakit yang melakukan pembinaan dan pengawasan rumah sakit secara internal yang bersifat non teknis perumahsakitan yang melibatkan unsur masyarakat dewas dibentuk pada rumah sakit sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com