PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN BERJALAN DINAMIS

Tanggal : 14-Aug-2018 | Dilihat : 999 kali

SURABAYA (8/8)Mutu dan keselamatan pasien menjadi hal yang utama saat kita memberikan pelayanan kesehatan maupun mengelola manajemen rumah sakit. Artinya, kita memberikan rasa aman kepada pasien dengan mempercayakan penanganan masalah kesehatannya.

“Dalam menerapkan mutu, kita memiliki standar yang akan diterapkan dengan berbagai indikator. Nantinya indikator ini terus kita pantau, hasil pantauan akan mempengaruhi kita semua dalam memberikan intervensi-intervensi untuk perbaikan pelayanan kesehatan,” Ungkap Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, drg. Farichah Hanum, M.Kes saat menyampaikan materi Kebijakan Akreditasi dan Perumahsakitan di Indonesia pada acara Pembukaan Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Regional Tengah.

Disadari memang keselamatan pasien tampaknya belum menjadi perhatian kita semua. Padahal keselamatan pasien jika tidak ditangani dengan benar, maka dapat mengancam pasien itu sendiri, mengancam organisasi, maupun SDM Kesehatan yang menangani pasien.

“Untuk itu, kita yang bekerja dilingkup kesehatan harus melaksanakan mutu pelayanan kesehatan secara dinamis. Mutu tidak berhenti pada satu titik, tetapi kita harus melakukan proses perubahan dengan peningkatan kualitas yang berkesinambungan. Peningkatan kualitas ini seiring perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus yang nantinya menghasilkan sebuah transformasi budaya.

Bagaimana cara melaksanakannya ? Dirinya menjelaskan quality improvement dilanjutkan dengan continuous improvement hingga terjadi transformasi budaya. Saat kita melakukan improvement terkait dengan mutu, akan ada input dari sisi brainware, software, hardware, infoware dan healthware ini dilakukan peningkatan terus-menerus sesuai kaidah yang ada. Proses input harus dilakukan pemantauan berkesinambungan. Kita identifikasi, mana yang belum sempurna, kemudian dilanjutkan pengukuran indikator mutu, dan dilihat apakah di dalam pengukuran ada GAP yang ditemukan. Jika ada, lakukan proses Plan, Do, Study, Action (PDSA). Hasil PDSA ini akan menjadi input untuk menyempurnakan sumber daya yang ada.

“Bahwa ini proses berkelanjutan. Kita tidak boleh puas pada satu titik, tetapi kita harus melakukan perbaikan yang terus-menerus. Untuk memperbaiki apa yang sudah kita miliki,” jelas drg. Hanum sapaan akrabnya.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com