DIREKTUR FASYANKES: “IMPLEMENTASI DATA ASPAK HARUS SEGERA DIOPTIMALKAN, PRIORITASKAN PEMENUHAN SPA YANG SESUAI STANDAR”

Tanggal : 16-Mar-2018 | Dilihat : 902 kali

Bekasi (15/03) - Implementasi data ASPAK harus segera dioptimalkan, prioritaskan pemenuhan SPA yang sesuai standar. Demikian harapan yang disampaikan oleh Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dr. Andi Saguni, MA dalam pembukaan Workshop Penyelenggaraan ASPAK Fasyankes Lainnya yang dihadiri oleh para undangan dari BPFK, LPFK, BBLK, Labkesda, dan Institusi penguji/ kalibrasi swasta.

ASPAK adalah suatu sistem elektronik berbasis web yang menghimpun data dan menyajikan informasi mengenai Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan. Aplikasi ini digunakan dalam melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi sarana, prasarana dan alat kesehatan yang digunakan dalam pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Jadi, Aspak merupakan evidence base dalam pengambilan kebijakan secara nasional baik anggaran, akreditasi maupun kebijakan terkait sarana, prasarana dan alat kesehatan yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Oleh karenanya data ASPAK harus mempunyai konektivitas/ konsep pikir dengan sistem perencanaan yang ada, meliputi DAK, APBD, maupun APBN.

Data ASPAK memiliki urgensi validasi yang harus dilaksanakan secara reguler atau teratur (minimal setiap 6 bulan) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota / rumah sakit yang disupervisi secara berjenjang oleh Dinas Kesehatan Provinsi & Pusat (Direktorat Fasyankes). Untuk menjaga mutu/ validitas data ASPAK, Direktorat Fasyankes akan melakukan sampling pada Fasyankes di setiap provinsi/ kabupaten/kota, dimana hasilnya akan di-feedback kepada daerah. Selanjutnya, daerah dengan deviasi yang besar/ lebar akan direkomendasikan untuk tidak mendapatkan akses terhadap sistem perencanaan.

Melalui workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Ditjen Pelayanan Kesehatan ini, diharapkan para penanggungjawab dari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya terutama dari labkes dan institusi penguji baik dari institusi pemerintah maupun swasta, dapat tersosialisasikan terkait materi ASPAK dengan baik. Selanjutnya para peserta dapat mengisi kelengkapan data ASPAK yang disesuaikan dengan kondisi labkes maupun institusi penguji/kalibrasi masing-masing. Data ASPAK yang telah terisi dengan lengkap dan tepat nantinya dapat dijadikan sumber acuan yang bermanfaat bagi pemenuhan dan pemetaan penyediaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan di fasyankes. **DNI

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan  Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com