PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT KESEHATAN, UPAYA MENDUKUNG TERWUJUDNYA KELUARGA SEHAT

Tanggal : 09-Mar-2017 | Dilihat : 1988 kali

Mataram (08/03) – Dalam  upaya mewujudkan Keluarga Sehat dengan Puskesmas sebagai ujung tombak yang dilakukan dengan pendekatan keluarga. Pengujian dan kalibrasi alat kesehatan memegang peranan penting dalam rangka menjamin mutu  tingkat akurasi fasilitas kesehatan. Untuk itu, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Dinas Kesehatan Dalam Pengujian Kalibrasi Alat Kesehatan, di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tanggal 8-10 Maret 2017.

Kegiatan yang dibuka oleh Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan dr. Andi Saguni, MA mengambil tema Pelayanan Pengujian dan / atau Kalibrasi Alat Kesehatan  dalam Upaya Mendukung Terwujudnya Keluarga Sehat. Tema tersebut diambil karena upaya Penguatan Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan memiliki ujung pangkat nya berupa terwujudnya dengan pendekatan keluarga. Pertemuan tersebut mengundang Kepala Dinas Kesehatan seluruh Indonesia, Rumah sakit Rujukan Nasional dan Perusahaan penyedia jasa kalibrasi alat kesehatan.

Guna mendukung pelaksanaan pendekatan keluarga  memerlukan adanya penguatan Puskesmas sebagai garda terdepan dalam upaya mewujudkan Keluarga Sehat. Penguatan tersebut dilakukan dengan penyediaan sumber daya Puskesmas antara lain sarana (bangunan), prasarana dan alat. dr. Andi Saguni, MA, mengungkapkan bahwa “berdasar data ASPAK per Janurai 2017, dari 2.926 Puskesmas yang menjadi target pendekatan keluarga tahun 2017 hanya terdapat 38% puskesmas yang sesuai dengan standar. Untuk itu diperlukan adanya berbagai intervensi yang harus dilakukan agar target pemenuhan standar Sarana, Prasarana dan Peralatan Kesehatan (SPA) di Puskesmas dapat memenuhi sesuai standard’’.

Dalam upayan mewujudkan keluarga sehat dengan pendekatan keluarga, makan dibutuhkan Peningkatan mutu pelayanan kesehatan salah satunya dilakukan dengan akreditasi puskesmas. Kalibrasi menjadi salah satu syarat dapat terakreditasinya fasilitas kesehatan. Pemerintah daam han ini Kementerian Kesehatan memiliki target rencana 1139 puskesmas untuk dapat terakreditasi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong bertumbuhnya UPTD  pengujian / kalibrasi alat kesehatan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar, ujar Direktur Fasyankes.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan hanya memiliki 4 BPFK, 2 Loka PFK dan 2 UPFK, dipastikan tidak dapat melayani semua fasyankes yang terdiri dari 2.500 RS, 9.700 Puskesmas, 10.000 Klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kementerian Kesehatan sangat mendorong bertumbuhnya UPTD  pengujian / kalibrasi alat kesehatan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar. Beberapa Dinas Kesehatan sudah melaksanakan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan untuk alat kesehatan di Puskesmas. 

“Diharapkan pasca diselenggarakannya pertemuan ini, dapat makin bertumbuhnya unit pengujian dan kalibrasi baik itu di Provinsi/Kabupaten/Kota dalam rangka pemenuhan alat kesehatan yang bermutu dan aman serta Pengalaman dari Dinas Kesehatan yang telah melakukan pengujian dan kalibrasi alat dapat dijadikan contoh untuk dilaksanakannya unit tersebut di Provinsi/Kabupaten/Kota lainnya”, tutup dr. Andi Saguni, MA.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayaann Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes@gmail.com **