PEMBERIAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA GANGGUAN KESEHATAN JIWA DI MASA PANDEMI

Tanggal : 14-May-2020 | Dilihat : 118 kali
PEMBERIAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA GANGGUAN KESEHATAN JIWA DI MASA PANDEMIRSJRW - Ayu Bulan Febry K D, SKM, MMSaat ini pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, termasuk Indonesia. Kecemasan, ketakutan, kelelahan, kesedihan, panik,  stres, bahkan depresi, melanda kebanyakan orang.  Ini bisa menjadi pemicu timbulnya gangguan kesehatan jiwa dan tentunya perlu mendapat pertolongan. Pertolongan pertama pada ganguan kesehatan jiwa adalah bantuan yang diberikan kepada seseorang yang mengalami masalah kesehatan jiwa (yaitu memburuknya gangguan kejiwaan yang dialami seseorang, atau sedang mengalami sebuah krisis kesehatan jiwa). Pertolongan pertama pada ganguan kesehatan jiwa bisa dipelajari oleh masyarakat awam bukan hanya tenaga medis.Saat menemukan seseorang yang terjatuh dan terjadi luka di bagian tubuhnya, hal pertama yang mungkin terlintas dalam pikiran adalah saya harus memberikan pertolongan pertama kepada orang tersebut. Segera mengamankan korban, mencari sekedar antiseptik dan perban untuk membersihkan dan menutup luka. Mencari bantuan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan bila kondisi nya cukup parah. Demikian halnya juga dengan gangguan kesehatan jiwa, harus segera diberi pertolongan. Pertanyaan yang muncul adalah: Pertolongan apa saja yang harus segera kita berikan? Hal yang harus dipersiapkan sebelum memberikan pertolongan pertama pada kesehatan jiwa antara lain: mempelajari tentang krisis/masalah yang terjadi, tentang fasilitas pelayanan dan dukungan yang tersedia, dan tentang faktor keselamatan dan keamanan.Panduan tentang pertolongan pertama pada kesehatan jiwa telah dikembangkan secara luas mencakup beberapa gangguan kesehatan jiwa (antara lain: depresi, psikotik, penyalahgunaan obat, gangguan makan, bingung dan demensia) dan kondisi krisis kesehatan jiwa (risiko bunuh diri, mencederai diri, serangan panik, atau pengalaman yang menimbulkan trauma).Prinsip Pertolongan pertama pada kesehatan jiwa yaitu:1.    Look (Lihat)    -    Cek faktor keselamatan-    Cek kebutuhan dasar yang terganggu-    Cek kondisi reaksi distress     2.    Listen (Dengar)    -    Dekati orang yang membutuhkan bantuan-    Tanyakan tentang kebutuhan dan hal yang menjadi keluhan -    Dengarkan, bantu mereka untuk merasa tenang     3.    Link (Hubungkan)    -    Bantu mengenali kebutuhan dasar dan pelayanan yang dibutuhkan-    Bantu mengatasi masalahnya-    Berikan informasi-    Hubungkan dengan orang yang disayangi dan dukungan social     Saat ini telah tersedia aplikasi Mental Health First Aid Action Plan tentang kesehatan jiwa yang tersedia untuk iPhone dan Android yang akan memudahkan untuk mempelajari pertolongan pertama pada kesehatan jiwa. Rumusan rencana tindakan pertolongan pertama pada kesehatan jiwa dikenal sebagai ALGEE.Saat menemukan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, yang biasanya ditandai dengan perubahan suasana hati, perilaku, energi, kebiasaan/kepribadian, atau beberapa perubahan fisik lainnya seperti perubahan berat badan, keluhan-keluhan sakit yang diindikasikan disebabkan masalah kesehatan jiwa, maka berikut adalah tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan:1.    A: Approach, assess and assist with any crisis (Dekati, Kaji dan Bantu terkait masalah yang dialami)Hal pertama yang harus dilakukan adalah lakukan pendekatan, cari adanya dan jenis masalah yang di hadapinya, serta berikan bantuan sesuai dengan permasalahan. Kuncinya adalah:-    Lakukan pendekatan dengan penuh perhatian-    Temukan waktu dan tempat yang tepat yang nyaman bagi kita maupun bagi  orang yang akan dibantu-    Bila seseorang tersebut  tidak berinisiatif untuk menyampaikan pembicaraan, maka kita yang harus memulai komunikasi-    Hormati privasi dan kerahasiaan orang tersebutDalam situasi ini, masalah yang mungkin didapatkan antara lain:-    Kemungkinan seseorang mencederai diri sendiri , misal: mencoba bunuh diri, penyalahgunaan obat yang menimbulkan keracunan atau melukai diri sendiri-    Kemungkinan seseorang mengalami kesulitan yang ekstrim, misal: serangan panik, kejadian yang menimbulkan trauma-    Kemungkinan perilaku yang sangat mengganggu orang lain, misal: menjadi agresif atau kesadaran yang berubah tidak sesuai realitas Jika tidak menemukan masalah, maka bisa menanyakan bagaimana perasaannya dan sudah berapa lama mereka merasakannya, dan lanjut ke langkah 22.    L : Listen non-judgementally (Dengarkan dengan tanpa menghakimi)Mendengarkan seseorang adalah sebuah tindakan yang penting. Saat mendengarkan, sangat penting untuk mengesampingkan dulu penilaian terhadap situasi orang tersebut dan jangan sampai menggungkapkan penilaian tersebut. Kebanyakan orang yang mengalami perubahan emosi berpikir ingin didengarkan  dengan empati sebelum dia ditawarkan solusi masalahnya. Saat mendengarkan tersebut, kita sebagai penolong harus bersikap dan menggunakan ketrampilan mendengar secara verbal ataupun non verbal, yaitu:-    Dengarkan dengan sungguh-sungguh dan mengerti apa yang dikatakannya, dan-    Buatlah lebih mudah bagi orang tersebut untuk merasa bebas berbicara tentang masalahnya tanpa merasa di hakimiSecara etika berikut adalah hal yang sebaiknya dilakukan dan jangan dilakukan untuk menghindari kondisi yang lebih membahayakan:

Sekretariat