PEMAHAMAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN HARUS DITINGKATKAN UNTUK MEMINIMALISIR TERJADINYA KESALAHAN PENANGANAN

Tanggal : 20-Aug-2018 | Dilihat : 1053 kali

Bogor (13/08) – Pemahaman yang baik terhadap peningkatan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit akan membantu managemen rumah sakit dalam mengambil keputusan secara benar berdasarkan data yang valid. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS dalam sambutannya pada pertemuan Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Regional Barat yang diselenggarakan oleh Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan.

Pada hakekatnya, mutu dan keselamatan berakar pada kegiatan kerja sehari-hari dari seluruh staf di suatu rumah sakit. Pemahaman tentang mutu dan keselamatan pasien dapat membantu staf klinis untuk memahami bagaimana caranya melakukan perbaikan yang dapat membantu pasien dan mengurangi risiko, sekaligus mengkaji kebutuhan pasien dan memberikan perawatan untuk pasien. Disamping itu, staf nonklinis dapat menggunakan pemahaman tentang PMKP ini dalam pekerjaan mereka sehari-hari, untuk memahami bagaimana proses yang ada agar dapat menjadi lebih efisien, bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan dengan lebih bijak, dan bagaimana mengurangi adanya risiko fisik.

Di dunia, diperkirakan lebih dari satu juta kematian pasien, meninggal karena kesalahan penanganan yang sebenarnya dapat dicegah. Di Amerika, satu juta kematian dapat dicegah pertahunnya, di Eropa 150 kematian dapat dihindari perminggunya. Di Indonesia, pengelolaan insiden keselamatan pasien belum berjalan dengan baik. Berdasarkan data yang ada di Kementerian Kesehatan masih lebih dari seribu kematian dalam satu tahun yang bisa dicegah karena kesalahan penanganan. 

Pengelolaan insiden keselamatan pasien dengan baik, memungkinkan Rumah Sakit dapat menemukan akar masalah yang dipercaya dari kejadian insiden tersebut sehingga Rumah Sakit dapat mengambil tindakan yang sesuai untuk mengurangi risiko dan mencegah terjadinya insiden tersebut di kemuadian hari. Pengelolaan insiden keselamatan pasien yang baik juga diperlukan adanya mekanisme pelaporan, agar kejadian serupa tidak terjadi pada organisasi lain dan berulang di kemudian hari. **DNI

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan  Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com