WORKSHOP MANAJEMEN ALUR PELAYANAN RUJUKAN RS RUJUKAN ASIAN GAMES DAN ASIAN PARA GAMES 2018

Tanggal : 21-Jul-2018 | Dilihat : 1105 kali

Jakarta (18/07) – Dalam upaya mempersiapkan Asian Games dan Asian Para Games 2018 terutama dalam upaya penguatan penanganan bidang Kesehatan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan gelar Workshop Manajemen Alur Pelayanan Rujukan RS Rujukan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Workshop yang digelar pada 18-19 Juli 2018 di Jakarta. Workshop kali ini membahas terkait Alur Pelayanan Rujukan bagi Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai RS Rujukan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Workshop dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS. Kegiatan Workshop kali ini dihadiri oleh 128 orang, yang terdiri dari manajemen RS, dokter dan perawat dari 27 RS yang ditunjuk sebagai Rumah Sakit Rujukan di Asian Games dan Asian Para Games 2018. 

Tujuan diselenggarakannya Workshop ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Tim kesehatan dalam hal memberikan pelayanan kesehatan terutama kegawatdaruratan, dengan tujuan mempercepat waktu tanggap (response time) pelayanan kesehatan.  Untuk itu target peserta dari workshop ini adalah para petugas RS yang bertugas di IGD terdiri dari dokter dan perawat.

Asian Games 2018, merupakan major event  yaitu suatu kegiatan dengan karakteristik khusus yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu di tempat tertentu serta yang memerlukan penanganan khusus melibatkan lintas program dan sektor serta sumber daya tersendiri di luar kegiatan rutin. Untuk itu Dalam penanganan major event diperlukan pelayanan kesehatan yang optimal. Oleh karena itu diperlukan persiapan yang matang. Petugas kesehatan harus dapat berkerja secara profesional dalam memberikan pelayanan terbaik.

Dalam Workshop ini akan digelar pula simulasi penaganan kasus kegawatdaruratan yang kemungkinan akan terjadi selama gelaran Asian Games dan Asian Para Games 2018 serta akan dilakukan pula simulasi respontime penanganan dari Venue hingga Rumah Sakit Rujukan Terdekat.  Sehingga dapat terukur waktu penanganan serta apa yang harus dilakukan oleh tim paramedis baik di lapangan maupun di IGD Rumah Sakit Penerima Rujukan pasien.