MENUJU INDONESIA SEHAT DENGAN PRODUK DALAM NEGERI

Tanggal : 16-Nov-2018 | Dilihat : 268 kali

Tangerang (8/11) - “Pada acara pameran ini, kami sangat mendorong agar produk dalam negeri ini lebih terangkat dan dipakai di dalam negeri bahkan ada yang sudah mengekspor. Tentu ini sangat membanggakan, artinya ada pengakuan dari pihak luar negeri dalam menggunakan menggunakan produk kesehatan buatan Indonesia,” demikian sambutan Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) saat Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan dalam Negeri (8/11).

Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan dalam Negeri diselenggarakan setiap tahunnya bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada bulan November. Melalui pameran ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal, memahami, dan mau menggunakan alat kesehatan, obat, obat tradisional, kosmetik, Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), dan ekstrak bahan alam yang diproduksi di Indonesia secara baik dan benar.

Pada HKN ke-54, pameran ini mengambil  tema “Menuju Indonesia Sehat dengan Produk Dalam Negeri”.  Pameran ini diikuti lebih dari 150 peserta yang terdiri dari industri alat kesehatan, PKRT, farmasi, obat tradisional, kosmetik, berbagai produk makanan dan minuman serta dimeriahkan juga oleh berbagai stand dari Kementerian Kesehatan maupun Kementerian dan Lembaga lain, instansi lain seperti Dinas Kesehatan Provinsi, Organisasi Profesi, Rumah Sakit, BUMN, serta berbagai asosiasi dengan memamerkan produk di antaranya adalah inovasi di bidang kesehatan, produk farmasi dan alat kesehatan yang telah mampu diproduksi di dalam negeri serta berbagai layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis, seperti Pemeriksan Deteksi Dini faktor risiko PTM, Kesehatan Jiwa, Pemeriksaan Mata dan Pemberian Kaca Mata Gratis, Pemeriksaan Kanker Serviks, Pemeriksaan Kualitas Makanan dan lain-lain.

Di kesempatan ini,  Menkes meluncurkan 4 program kesehatan berbentuk elektronik yaitu

1. Aplikasi Sistem Digital Signature Alat Kesehatan dan PKRT yang bertujuan memfasilitasi ekspor dan impor alat kesehatan PKRT agar lebih efektif dan efisien. Melalui aplikasi ini Kemenkes terus berupaya meningkatkan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan akuntabel secara berkesinambungan guna mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera.

2. Aplikasi E-Post Border Alat Kesehatan dan PKRT bertujuan meningkatkan efektifitas pengawasan post border secara elektronik pada alat kesehatan (alkes), Alkes diagnostik in vitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).

3. Aplikasi Sehat Pedia adalah aplikasi kesehatan untuk mengakomodir dan memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan informasi kesehatan yang akurat, kredibel dan terpercaya. Dalam aplikasi ini, tersedia berbagai fitur yang memberikan informasi seputar kesehatan meliputi fitur konsultasi interaktif (live chat), artikel kesehatan, informasi fasilitas pelayanan kesehatan, pendaftaran rawat jalan online, dan e- policy. Dalam fitur live chat, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter-dokter yang bergabung di SehatPedia terkait keluhan penyakit, tips kesehatan, dan konsultasi medis lainnya, dan

4. Aplikasi IHeFF (Indonesian Health Faculty Finder) yang berfungsi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif. Melalui aplikasi ini, siappun dapat dengan mudah menemukan fasilitas kesehatan yang berada dalam radius 3 km dengan menggunakan GPS dari gawai.

Selain itu pada pembukaan pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan dalam Negeri ini, Menkes memberikan penghargaan kepada sektor industri terpilih yang bergerak di bidang kefarmasian dan alat kesehatan yang telah membantu Indonesia dalam mewujudkan kemandirian penggunaan alat kesehatan dan obat-obatan. (*iwj/rf)

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes@gmail.com