MANAJEMEN KEPERAWATAN EFEK SAMPING RADIASI PADA KULIT

Tanggal : 09-Oct-2019 | Dilihat : 188 kali

Penulis : Lina Herlina, SKep. Ns (Perawat Onkologi Radioterapi)

Latar Belakang

Berdasarkan data Globocan, saat ini beban penyakit kanker di dunia meningkat, yaitu terdapat 18,1 jutakasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian di tahun 2018 dimana 1 dari 5 laki-laki dan1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker, serta satu dari delapan laki-laki dan 1 dari 11

perempuan meninggal karena kanker. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukan bahwadari 1000 penduduk 1,8 persen penduduk mengidap kanker.

Di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” sendiri jumlah rata-rata kunjungan pasien tahun 2018 mencapai10.000 per bulan, dengan pelayanan rawat inap sekitar 300 hingga 400 pasien per bulan. Angka ituterus bertambah dengan mayoritas pasien yang datang dengan stadium lanjut, yaitu stadium tiga danempat.

Radiasi merupakan salah satu modalitas dalam pengobatan pada pasien kanker selain operasi dankemoterapi, pada tahun 2018 jumlah pasien yang mendapatkan terapi radiasi di RS. Kanker “Dharmais”sebanyak 49.450 kunjungan. Menurut buku Acute Side Effects of Radiation Therapy hal 1, Sekitar 90-95% dari semua pasien yang diobati dengan terapi radiasi akan mengalami reaksi kulit. Berbagai tingkatdermatitis radiasi dialami oleh pasien yang menjalani terapi radiasi. Pada kebanyakan pasien, dermatitisradiasi ringan sampai sedang, sekitar 15-25% pasien mengalami reaksi parah, oleh karena itu kita perlumengetahui untuk melakukan mengurangi dan atau pengobatan pada dermatitis akut radiasi.

Jenis Terapi Radiasi

Terdapat 2 jenis terapi radiasi, yaitu radiasi eksternal dan brakhiterapi. Radiasi eksternal adalah

pemberian radiasi dari jarak tertentu ke volum target yang telah ditentukan, tujuan dari radiasi eksternalyaitu untuk mengobati (definitif, ajuvan, neoajuvan), pengobatan paliatif, dan untuk mengontrol(Radiation oncology Nursing Practice and education .hal 157). Sedangkan brakhiterapi yaitu prosespenyinaran dimana sumber radiasi didekatkan sedekat mungkin dengan organ target yang akan diradiasidan proses pemberian radiasi dosis tinggi dengan meminimalkan efek radiasi pada jaringan normal(Radiation oncology Nursing practice and Edukasi hal 13).

Efek Samping Radiasi

Efek samping dari radiasi adalah sebagai berikut (Source : Acute Side Effects of Radiation Therapy):

  • Fatigue (selama radiasi tubuh membutuhkan banyak energi untuk memulihkan sel-sel yang rusak)
  • Reaksi kulit (eritema, deskuamasi kering dan basah)
  • Mual dan muntah
  • Anoreksia (faktor yang mempengaruhi adalah inactivity, medikasi, dan masalah psikologis)
  • Kesulitan menelan
  • Mukositis
  • Xerostomia
  • Diare
  • Cystitis
  • Supresi sumsum tulang

Pada artikel kali ini akan khusus membahas mengenai efek samping radiasi yang berupa reaksi kulit

(eritema, deskuamasi kering dan basah).

Efek Samping Radiasi pada Kulit

Pada CTCAE v4.3 for dermatitis dikatakan bahwa penilaian gangguan kulit terbagi menjadi 4 Grade,

yaitu:

1. Grade 1 : Faint erythema or dry desquamation

2. Grade 2 :Moderate to brisk erythema; patcy moist desquamation, mostly confined to skin folds

and creases; moderate edema

3. Grade 3 : Moist desquamation in areas other than skin folds and creases; bleeding induced by

minor trauma or brasion

4. Grade 4 : Skin necrosis or ulceration of full-thickness dermis; spontaneous bleeding from involved

site

Efek samping pada kulit terbagi 2 akut dan lambat. Efek samping akut yaitu jenis efek deterministik,

yang memiliki ambang batas yang khas dan ada hubungan langsung dengan dosis diberikan dan

berdasarkan grade dermatitis. Sedangkan efek samping lambat merupakan Efek samping akhir terjadi 3

bulan post radiasi.

1. Eritema

Terjadi pada minggu kedua hingga ketiga perawatan dan awalnya muncul sebagai sedikit warnamerah muda, berkembang menjadi warna merah terang atau ungu kemerahan karena dosiskumulatif meningkat. Eritema disebabkan oleh kerusakan sel basal/penghancuran sel-sel basal yangditandai dengan ekstravasasi eritro dan pelebaran kapiler pada dermis klinis (reaksi inflamasi).

Eritema dapat disertai dengan hiperpigmentasi dan dapat bertahan selama beberapa bulan setelahradiasi.

2. Deskuamasi Kering

Deskuamasi kering biasanya terjadi pada dosis 3000 cGy atau lebih tinggi. Hal ini ditandai denganpenumpahan lapisan terluar kulit Terlihat seperti kerak, ketika sel-sel baru bermigrasi untukmenggantikan sel-sel yang rusak.

3. Deskuamasi Lembab

Epidermis mengelupas, permukaan di bawahnya lembab dan edematous. Kehilangan epidermaldapat meningkatkan risiko infeksi dan deskuamasi lembab dapat dikaitkan dengan eksudat purulen.Deskuamasi lembab terjadi pada dosis di atas 4000 cGy dan resiko lebih besar terjadi pada arealipatan kulit.Reepithelialization di daerah-daerah deskuamasi lembab dapat mengakibatkan hipopigmentasi atauhiperpigmentasi kulit atau kombinasi keduanya. Hiperpigmentasi dapat bersifat menetap.

4. Telangiectasia

Telangiectasias adalah pelebaran sel darah superfisial, kejadiannya meningkat di area deskuamasilembab sebelumnya. Pelebaran ini permanen dan cenderung meningkat seiring waktu.Telangiectasiaini dapat dihilangkan dengan terapi laser tetapi umumnya dapat muncul kembali.

5. Edema

Edema ditandai dengan pembengkakan jaringan interstitial yang persisten, lebih sering terjadi padadaerah-daerah terjumbai ekstremitas dan payudara dan mungkin bersifat kronis.

6. Fibrosis

Radiasi fibrosis menyebabkan hilangnya sel parenkim dengan meningkatnya pembentukan fibrosatissue. Di kulit dan jaringan lunak, area yang terkena menjadi lebih kencang dan kadangmenyakitkan.

Perawatan

1. Reaksi Awal

  • Bersihkan setiap hari dengan air steril ( aquabidest ) dan lalu keringkan
  • Oleskan lotion pelembab ringan dua kali per hari
  • Hindari aplikasi dalam waktu 3 jam sebelum menerima radiasi
  • Lindungi daerah radiasi dari paparan sinar matahari
  • Hindari menggosok atau gesekan pada permukaan kulit

2. Eritemosa

  • Bersihkan setiap hari dengan NaCl lalu keringkan
  • Pertimbangkan memakai Skintegrity pembersih luka /hydrogel (atau produk serupa)
  • Beralih ke krim pelembab tebal seperti calendula (minyak zaitun). Oleskan tipis-tipis 2 kali/hari
  • Hindari aplikasi dalam waktu 3 jam sebelum menerima radiasi
  • Terapkan Mepilex Lite (modern dresing , absorbs exudat)

3. Deskuamasi Kering

 Oleskan lapisan tipis krim calendula (misal minyak zaitun) ke area radiasi dua kali sehari

 Terapkan Mepilex Lite (modern dresing) untuk setiap daerah yang mengalami menggosok ataugesekan. Hapus sebelum perawatan radiasi

 Terapkan pendinginan kompres (handuk dingin atau handuk tebal dengan kompres es di atas) kedaerah-daerah yang meradang dua kali sehari.

 Pertimbangkan hidrogel lembar /hidrogel cream. Berhati-hatilah saat melepas ganti untuk tidaktrauma atau merobek kulit. Tidak dianjurkan pada kulit yang rapuh. Hapus ganti ini sebelumperawatan radiasi

4. Deskuamasi Lembab

  • Sehari-hari dengan Skintegrity semprot manual debride mengupas kulit sekali sehari jikadiperlukan (pasien tidak harus melakukan ini)
  • Terapkan Aquacel Ag / Algicel Ag / Mepitel Ag (atau ganti serupa). Dipotong untuk muat atastepi deskuamasi lembab. Menutupi ini dengan pasta sekunder seperti Mepilex lite
  • Jangan menggunakan perekat pada kulit terpancar
  • Perubahan berpakaian setiap 24-48 jam saat menjalani perawatan
  • Bila deskumasi basah di sertai dengan infeksi perawatan kulit di alihkan ke poli luka kanker.

Kesimpulan

Management keperawatan Efek Samping Radiasi Pada Kulit meliputi bio-psiko-sosio-spiritual mulaidari pre- intra- pasca radiasi, fokusnya diutamakan upaya preventif & promotif salah satunyadengan mendidik pasien menjadi Pasien yang cerdas, dan ikut serta dalam program pengobatanyang dijalaninya.

Materi ini telah disajikan pada Kegiatan Webinar tanggal 21 Februari 2019

Narasumber : Lina Herlina, Skep, N

Moderator : Nurul Akma Iik Lolita Imrani, S.Kep. M.Kep, ETN

Artikel