LODTUNDUH, ASET TOGA PULAU DEWATA

Tanggal : 10-Oct-2017 | Dilihat : 102 kali

Lodtunduh, sebuah desa di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali yang menyimpan berbagai kekayaan tanaman obat keluarga yang dikembangkan secara masal oleh seluruh warga di desa ini. Dengan komitmen yang tinggi dari seluruh warga dan dukungan dari stakeholder dan dinas terkait pengembangan dan pemanfaatan TOGA bagi kesehatan masyarakat, kini di tiap rumah di desa ini paling sedikit terdapat lima jenis tanaman yang dikembangkan dan diambil manfaatnya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah/gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat.

Hingga kini, Desa Lodtunduh telah memiliki 25 orang kader terlatih Asman TOGA dan Akupresur dengan pemanfaatan ramuan dan pijat 25 KK keluarga binaan yang memiliki TOGA, 1572 KK yang memanfaatkan TOGA untuk  asuhan mandiri kesehatan, serta tim yang aktif melaksanakan peningkatan pengetahuan kader melalui sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan.

Sistem Pemberdayaan TOGA di Desa Lodtunduh ini telah terstruktur dengan sistematis. Dimulai dengan sudah adanya kelengkapan berkas SK Tim TOGA di desa hingga jenjang propinsi, pembiayaan, serta kemitraan tim TOGA dengan sekolah, spa, dan salon sebagai tempat pembudidayaan, penyuluhan, serta tempat distribusi produk-produk hasil olahan TOGA menjadikan desa ini layak dijadikan nominasi penilaian nasional pemanfaatan TOGA yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan. Disamping itu, dengan dukungan tim PKK setempat, pengolahan produk dari TOGA mulai dapat berinovasi menghasilkan produk-produk baru seperti lulur, deodorant, krim kecantikan, parfum, minuman kesehatan, yang memiliki nilai ekonomis serta mampu meningkatkan penghasilan warga.

Inovasi lain yang dilakukan oleh warga terkait dengan pemberdayaan TOGA ini adalah kegiatan menggali jenis tanaman obat asli/spesifik dari daerah setempat. Dari kegiatan tersebut didapat adanya tanaman daun pegagan, daun katu, jinten, kencur, lidah buaya, daun kelor, mengkudu yang kesemuanya itu memiliki manfaat bagi kesehatan. Warga juga melakukan arisan TOGA serta pengembangan uji coba resep TOGA untuk dijadikan inovasi masakan seperti kue bolu dari daun kelor, bubur kelor, minuman lidah buaya, minuman green wong (campuran pokcoy, lemon dan nanas) yang kini mulai ditambahkan pada menu-menu di restoran sekitar Bali.

Kedepan, diharapkan peran lintas sektor semakin ditingkatkan. Diperlukan pula peran dan dukungan dinas pertanian, perdagangan dan koperasi untuk mendongkrak pemasaran dan daya jual dari produk olahan TOGA tersebut. Jika inovasi tersebut terus ditingkatkan, tak mustahil menjadikan Lodtunduh sebagai desa dengan komoditi olahan TOGA dan dapat menjadi salah satu ikon pelopor kesehatan tradisional sebagai pendukung upaya program promotif preventif yang sejalan dengan konsep Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). ***DNI/IKJ

  

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan  Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com