KOORDINASI & EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KERJA SAMA ANTARA PUSKESMAS, UTD DAN RS DALAM PELAYANAN DARAH UNTUK MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU

Tanggal : 22-Feb-2018 | Dilihat : 1038 kali

Makassar (21/02) - "Komitmen dan kerja sama dari Dinkes provinsi/kabupaten/kota, Puskesmas, UTD dan RS untuk dapat melaksanakan program Quick Win pelayanan darah dalam rangka penyediaan darah untuk kebutuhan masyarakat khususnya ibu hamil, bersalin dan nifas sangat diperlukan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)". Demikian disampaikan Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, drg. Saraswati, MPH dalam pembukaan acara Koordinasi & Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja Sama antara Puskesmas, UTD dan RS dalam Pelayanan Darah untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu.

Pertemuan yang dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan 34 provinsi, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di provinsi terpilih, Puskesmas, UTD, Rumah Sakit, trainer pelatihan program kerjasama dan lintas program terkait di Kementerian Kesehatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan koordinasi antara Pusat dengan Provinsi terkait pelaksanaan Quick Win Program Pelayanan Darah di 34 Provinsi. 

Program Nawacita di bidang kesehatan salah satunya adalah memperjuangkan penurunan angka kematian ibu (AKI). Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, menurut Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015, menunjukkan AKI sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Dari data tersebut juga diketahui bahwa perdarahan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan darah dalam penurunan AKI akibat perdarahan. Untuk menjamin ketersediaan darah yang aman dan berkualitas terutama bagi ibu hamil, melahirkan dan sesudah melahirkan yang membutuhkan transfusi, diperlukan Program Kerja Sama antara Puskesmas, Unit Transfusi Darah (UTD), dan Rumah Sakit dalam Pelayanan Darah untuk Menurunkan AKI. 

Sebagai langkah pada pelayanan kesehatan dasar, peran puskesmas dalam program kerja sama tersebut diterapkan untuk memperkuat Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) yang selama ini telah dijalankan di puskesmas. Penguatan P4K dilakukan melalui peningkatan kegiatan rekrutmen dan seleksi awal calon pendonor darah oleh tenaga kesehatan di puskesmas. 

Jika program ini segera direspon dengan maksimal oleh unit-unit terkait, maka pemenuhan persediaan darah yang cukup bagi ibu melahirkan akan terwujud. Disamping itu, peran serta masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela juga akan meningkat sehingga kekurangan jumlah kantong darah dan jenis golongan darah langka pun dapat dipenuhi. **DNI

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan  Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com