KARANG GIGI MENJADI FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER

Tanggal : 15-May-2018 | Dilihat : 16 kali
oleh : Drg. Rendy Sumali, Sp. Perio, Dokter Gigi dari RSUP dr. Kariadi

Sahabat Sehat, mungkin kita akan bertanya-tanya bagaimana hubungan antara karang gigi dengan penyakit jantung? Karang gigi ada di dalam rongga mulut kita baik yang kita sadarimaupun terkadang kita tidak menyadarinya. Namun, bilamana kita teliti lebih jauh, ternyata karang gigi yang melekat di atas level gusi atau di bawah level gusi terdapat koloni bakteri gram negatif anaerob. Bakteri seperti Aggregactibacter actinomycetemcomitans, Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri yang dapat kita jumpai pada karang gigi yang dapat menyebabkan peradangan gusi atau yang kita kenal dengan istilah gingivitis. Bilamana gingivitis ini tidak mendapatkan perawatan akan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, yaitu periodontitis.

Periodontitis, yaitu penyakit peradangan kronis yang menyebabkan kerusakan jaringan pendukung gigi (tulang alveolar, sementum, ligamen periodontal, gingiva), sehingga secara klinis dapat diamati warna gusi memerah, mudah berdarah, permukaan gusi yang menurun, gigi yag terlihat semakin panjang, kegoyangan gigi. Terkadang penyakit periodontitis ini tidak dsertai rasa sakit, namun ada juga yang disertai abses/ pembengkakan. Periodontitis akan mulai terasa menganggu bilamana kegoyangan gigi bertambah berat.

Penegakan diagnosis penyakit periodontal apakah gingivitis atau periodontitis dapat dilakukan dnegan pemeriksaan klinis oleh dokter gigi dengan bantuan alat periodontal probe disertai dengan pemeriksaan radiografis untukmelihat kerusakan jaringan pendukung gigi di bawah gusi. Deteksi awal adanya penyakit periodontal semakin baik pula prognosis (gambaran keberhasilan) perawatan periodontal. Bila semakin berat penyakit periodontis yang diderita, tak jarang gigi yang sudah sangat goyang dapat terlepas dengan sendirinya atau dokter gigi sudah tidak mampu menyelamatkan gigi goyang tersebut. karena sudah tidak ada lagi jaringan pendukung.

Hubungan antara penyakit periodontal dengan penyakit jantung koroner, ternyata bakteri yang ditemukan pada karang gigi, yaitu bakteri gram negatif anaerob seperti Aggregactibacter actinomycetemcomitans, dan Porphyromonas gingivalis ditemukan juga pada plak arteroma pembuluh darah jantung yang menyebabkan hambatan pembuluh darah jantung (aterosklerosis), sehingga banyak deposit karang gigi pada rongga mulut. Semakin banyak deposit karang gigi pada rongga mult, semakin banyak pula koloni bakteri yang bisa terbawa aliran darah dan membuat endapan pada lapisan dalam pembuluh darah jantung.

Bakteri gram negatif anaerob tersebut yang sudah melekat di dinding pembuluh darah akan mengikat lipid (lemak) /LDL yang ada di plasma darah sehingga membentuk suatu sumbatan. Analogi terjadinya sumbatan pembuluh darah adalah penyempitan pipa air yang ditutupi lumut dan kotoran sehingga akhirnya air tidak dapat mengalir lagi.

Tindakan perawatan dan pembersihan karang gigi (scaling) secara rutin, secara teratur dapat memperkecil risiko terjadinya penyakit jantung koroner, karena deposit bakteri di dalam mulut sebagai fokal infeksi dapat dihilangkan. Tindakan scaling cukup dilakukan satu kali dalam kurun waktu 6 bulan. Namun, bilamana sudah terjadi penyakit periodontal, sebaiknya dilakukan satu kali dalam kurun waktu 3 bulan. Dikarenakan tindakan scaling termasuk yang invasif (mengeluarkan darah), sebaiknya dalam perlingdungan pre dan post medikasi, terlebih pada pasien yang medical compromised seperti diabetes melitus, dan penderita kelainan jantung.

(Tim PKRS- RSUP dr. Kariadi)