HIDUP SEHAT DENGAN GIZI SEIMBANG

Tanggal : 24-Jan-2019 | Dilihat : 3597 kali
Mau Hidup Sehat Dengan Gizi Seimbang?

Ingin hidup sehat dengan gizi seimbang,

Ikuti 10 Tips Berikut Ini...

Sehat secara jasmani merupakan harapan semua orang. Tetapi, tidak semua mampu memilih pola hidup sehat dengan gizi seimbang. Sehingga tidak heran kalau masalah gizi ganda, yakni kekurangan dan kelebihan gizi sering terjadi di Indonesia. Fenomena itu muncul akibat pola makan tidak seimbang antara asupan jumlah dan jenis makanan dengan kebutuhan berdasarkan usia, jenis kelamin, kondisi fisik, dan aktivitas fisik.

Maya Ija, SST, MPH, RD selaku Kepala Instalasi Gizi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada dialog di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2, (23/01), dalam rangka memperingati hari gizi nasional yang diperingati setiap tanggal 25 januari, ia menjelaskan, empat sehat lima sempurna adalah slogan gizi beberapa tahun silam. Ditahun 2019 berubah menjadi: Gizi Seimbang Bangsa Sehat Berprestasi. Gizi seimbang menggambarkan empat pilar dalam pola hidup individu. Namun menurutnya, masih ada yang perlu diseimbangkan atau malah terabaikan.

Empat pilar tersebut yakni mengonsumsi beraneka ragam makanan atau pangan, membiasakan perilaku hidup bersih, beraktivitas fisik, dan memantau berat badan demi mencapai atau mempertahankan angka normal. Bahan makanan atau pangan tidak satupun yang mengandung zat gizi secara lengkap, sehingga perlu

mengonsumsi beraneka ragam makanan dalam batasan jumlah dan komposisi yang pas.

Berikut tips pola makan sehat untuk Kita Semua:

Hasil gambar untuk foto tumpeng gizi seimbang

1. Makan aneka ragam makanan.

Makanlah kelima kelompok pangan setiap harinya, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah, serta minuman. Ingat, tidak ada satupun makanan yang mengandung semua komponen gizi secara sempurna.

2. Sering makan sayur dan buah.

Tidak hanya anak kecil atau orang sakit yang perlu makan buah dan sayur. Orang sehat juga harus rajin memakan dua kelompok makanan kaya mikronutrien ini agar tetap bugar. Menurut Pedoman Gizi Seimbang, jumlah sayur dan buah yang kita makan hendaklah menyusun setengah dari keseluruhan makanan yang kita makan.

3. Konsumsi lauk-pauk tinggi protein.

Lauk-pauk sebagai sumber protein bisa berjenis hewani seperti daging, telur dan ikan ataupun nabati seperti tempe dan tahu. Jumlah yang disarankan per harinya adalah 2-4 porsi.

4. Variasikan makanan pokokmu.

Makanan pokok umumnya berupa makanan kaya karbohidrat kompleks. Selain nasi masih banyak jenis bahan makanan lain yang bisa menjadi makanan pokok, seperti

kentang, ubi, maupun jagung.

5. Batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

Asupan harian gula lebih dari 50 g (4 sendok makan), natrium lebih dari 2000 mg ( 1 sendok teh) dan lemak atau minyak total lebih dari 67 g (5 sendok makan) per orang akan meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. Makanan yang kaya gula, natrium (kebanyakan berasal dari garam), ataupun lemak umumnya berupa makanan cepat saji juga cemilan atau kue kekinian yang padat kalori. Daripada keseringan makan makanan yang seperti ini, ganti saja cemilanmu dengan buah-buahan.

6. Biasakan sarapan.

Sarapan merupakan bekal penting untuk mengawali hari. Dengan sarapan yang cukup kita pun terhindar dari kelaparan saat beraktifitas sehingga kita bisa mencegah diri dari makan atau ngemil yang berlebihan di siang harinya.

7. Minum air putih yang cukup.

Seperti yang sudah kamu tahu, air penting untuk berbagai aktifitas fisiologis tubuh. Oleh

karena itu, minumlah air yang cukup setiap harinya. Menurut Pedoman Gizi Seimbang, rata-rata orang Indonesia perlu meminum sekitar delapan gelas air putih setiap harinya.

8. Perhatikan label makanan.

Selain untuk mengecek tanggal kadaluarsa produk, kamu juga bisa tahu bagaimana komponen gizi dari produk makanan olahan dengan membaca label pada kemasannya. Sebagai konsumen cerdas, sudah sepatutnya kamu memanfaatkan informasi yang tercantum di label makanan sebagai bahan pertimbangan dalam mengkonsumsi makanan.

9. Mencuci tangan.

Pola makan sehat perlu ditunjang oleh perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan mencuci tangan. Cuci tangan pakai sabun berguna untuk menghindari penyebaran kuman penyakit dan terbukti dapat menurunkan resiko diare sekitar 45%.

Sayang kan, kalau makanan yang mestinya menjadi sumber gizi serta energi, malah membuat kita jatuh sakit gara-gara terkotori tangan yang tidak bersih?

10. Hidup aktif dan menjaga berat badan.

Aktifitas fisik berhubungan erat dengan gizi, karena berperan untuk membakar kalori yang kamu peroleh dari makanan.

Sempatkan olahraga dan pantau berat badan secara berkala untuk memastikan berat badanmu senantiasa dalam kondisi normal.

Salam IP3H (Leni)

Seputar Pelayanan Kesehatan