FAKTOR RISIKO DAN TATALAKSANA EXPOSED TUBE GLAUCOMA DRAINAGE DEVICE DENGAN SCLERAL PATCH GRAFT

Tanggal : 12-Feb-2020 | Dilihat : 127 kali
Penulis :Tjoa Debby Angela Tjoanda, dr / Dr. Elsa Gustianty, dr, Sp.M (K), M.KesGlaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua di dunia setelah katarak dan merupakan penyebab utama kebutaan permanen. Secara tradisional glaucoma drainage device (GDD) digunakan pada kasus-kasus glaukoma refrakter dimana terdapat kegagalan dari trabekulektomi atau pada kasus dengan risiko tinggi kegagalan tindakan bedah filtrasi konvensional. Adanya hasil penelitian The Tube versus Trabeculectomy Study (TVT) telah meningkatkan prosedur pemasangan GDD, bahkan sebagai pilihan pembedahan primer. Data Medicare menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah operasi implantasi GDD sebanyak empat kali lipat antara tahun 1994 hingga 2012.

Seiring dengan peningkatan prosedur pemasangan GDD terdapat peningkatan kejadian komplikasi yang berkaitan dengan GDD. Erosi konjungtiva dengan expose dari silicone tube terjadi pada 2-7% mata setelah implantasi GDD. Faktor risiko yang dikaitkan dengan tube exposed di antaranya tindakan operasi ocular sebelumnya, penggunakaan agen antifibrotik, tindakan combined saat implantasi GDD, jumlah obat topikal mata yang digunakan preoperasi, dan pemasangan GDD pada bagian inferior. Tube exposed meningkatkan risiko endoftalmitis yang berpotensi menyebabkan kebutaan sehingga harus ditatalaksana secepatnya.Tujuan tatalaksana glaukoma yaitu mempertahankan fungsi visual dengan menurunkan TIO ke angka yang diperkirakan dapat mencegah berlanjutnya kerusakan nervus optik. Tatalaksana pembedahan pada glaukoma biasanya dilakukan bila terapi medikamentosa tidak sesuai, tidak dapat ditoleransi, atau tidak efektif menghambat progresifitas glaukoma. Namun dapat pula dilakukan sebagai prosedur pembedahan primer. Indikasi implantasi GDD di antaranya pada keadaan kegagalan trabekulektomi dengan antifibrotik, uveitis aktif, glaukoma neovaskular, konjungtiva yang inadekuat, afakia, dan pada pengguna lensa kontak.

Pada beberapa penelitian angka tube exposed yang didapat berkisar antara 6.6-8.3% dan dikaitkan dengan penggunaan MMC. Penggunaan agen antifibrotic seperti MMC pada pembedahan filtrasi sebelumnya mempengaruhi kesehatan konjungtiva dan meningkatkan potensi iskemia dan nekrosis konjungtiva. Selain itu pada penelitian Geffen et al, penggunaan satu atau lebih medikamentosa antiglaukoma topikal preoperatif merupakan faktor risiko bermakna kejadian tube exposed. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Huddleston et al.

Sekretariat