INFEKSI TULANG SEBABKAN KELUMPUHAN

Tanggal : 24-Oct-2018 | Dilihat : 223 kali
Oleh:  dr. R. Andhi Prijosedjati, SpOT (K)

Tulang belakang mempunyai peranan yang sangat penting bagi tubuh dan kehidupan seseorang. Pasalnya di tulang belakang ini banyak sekali saraf tubuh. Selain itu tulang belakang juga sekaligus sebagai penyangga tubuh. Jika tulang belakang kita terinfeksi virus ataupun bakteri, tentu kondisi tubuh juga akan terganggu. Bahkan terjadinya infeksi pada tulang belakang bisa menyebabkan terjadinya kelumpuhan.

Dokter spesialis Bedah Orthopedi & Traumatologi Rumah Sakit Orthopedi Prof. Dr. Soeharso, dr Andhi Prijosedjati, SpOT (K) mengatakan, hampir 90% penyebab infeksi tulang belakang ini adalah kuman tuberkulosis (TB). Masyarakat mengenal TB sebagai penyakit paru. Namun di dunia ortopedi TB merupakan kuman. Infeksi TB ini bisa menyerang tulang belakang. Keluhan awal yang sering muncul pada infeksi TB di tulang belakang adalah adanya cara nyeri di punggung.

Dikatakannya, tuberkulosis adalah suatu penyakit sistemik yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk tulang dan sendi. Ada tiga fase infeksi tuberkulosis ini. Fase pertama adalah fase kompleks primer. Pada fase ini kumanpertama kali masuk pada paru-paru, faring atau usus dan kemudian melalui saluran limfe menyebar ke limfonodulus regional dan disebut primer kompleks. "Pada fase ini tubuh masih bisa mengatasi sendiri, tuuh masih kuat, namun sebenarnya perlu segera diobati," jelasnya.

Dia jelaskan, fase kedua adalah sekunder. Fase sekunder ini mulai diikuti dengan menurunnya imunitas tubuh. Fase sekunder ini juga akan disertai dengan kualitas istirahat yang menurun, gizi yang memburuk. Pada fase ini kuman yang sebelumnya diam mulai menyebar. Bila daya tahan tubuh penderita menurun, maka terjadi penyebaran melalui sirkulasi darah. Keadaan ini dapat terjadi setelah beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian dan bakteri dideposit pada jaringan ekstra pulmoner. "Pada fase ini, jika imunitas tubuh menurun maka kuman mlai menyebar," jelasnya.

Dia mengungkapkan fase berikutnya adalah fase tersier kompleks. Pada fase ini sudah terjadi kerusakan organ tubuh. Organ tubuh yang biasa terjadi adalah selain paru. Kerusakan bisa terjadi pada ginjal, tulang belakang, usus atau organ lainnya. "Fase ini sudah diikuti dengan keruakan organ tubuh lainnya", jelasnya.

Diungkapkannya, tuberkulosis tulang dapat menyerang hampir semua tulang tapi yang paling sering terjadi adalah TBC pada tulang belakang pinggul, lutut, kaki, siku, tangan dan bahu. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya TBC tulang adalah melalui pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologis. Pada awalnya penderita merasa pegal-pegal disertai rasa lelah pada sore hari. Pada tingkat selanjutnya penderita mengalami penurunan berat badan, demam, berkeringat di malam hari, kehilangan nafsu makan. "Infeksi tuberkulosis pada tulang yang sering terjadi adalah pada tulang belakang", katanya.

Pada tahap awal penderita mendapat obat setiap hari dan diawasi langsung untuk mencegah terjadi kekebalan. Sedangkan di tahap selanjutnya penderita mendapat obat lebih sedikit namun dalam jangka waktu yang lebih lama. Tahap lanjutan ini penting untuk membunuh kuman persistent sehingga mencegah terjadi kekambuhan. Penyakit TBC tulang juga dapat menyebabkan tulang yang terserang menjadi rusak, sehingga bisa terjadi pengeroposan tulang. Untuk emulihkannya diperlukan kesabaran dan waktu yang lama. Apalagi jika penderita sudah berusia lanjut. "Pengobatan penyakit ini sama seperti pengobatan TBC, pada tahap awal itu empat jenis obat, pada tahap berikutnya berkurang jumlahnya," katanya.

Ada beberapa kondisi dan ciri yang dikatakan sudah terlambat dalam mendatapakan pengobatan. Pada kondisi yang sudah parah, tulang belakang akan mengalami kerusakan, yang menyebabkan punggung tampak membungkuk. Jika bungkukan inimenjepit saraf maka bisa menyebabkan kelumpuhan akibat kerusakan saraf yang terjepit itu. "Bisa saja menyebabkan kelumpuhan," katanya.

Secara klinik gejala tuberkolosis tulang belakang hampir sama denbuhgan gejala tuberkulosis pada umumnya yaitu badan lemah lesu, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, suhu sedikit meningkat terutama pada malam hari serta sakit pada punggung. kebanyakan, orang tak menyadari mengalami gejala TB dan bingun membedakannya dengan penyakit lain karena tak mudah untuk mengenalinya. "Gejala TB pada tulang belakang dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan," ujarnya.