TB PARU

Tanggal : 17-May-2018 | Dilihat : 183 kali

RS Paru Rotinsulu

Pengertian

Tuberculosis Paru (TB Paru) adalah penyakit akibat kuman mycobakterium tuberkulosis sistemis sehingga dapat mengenai semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. Tuberculosis paru merupakan penyakit infeksi saluran napas bagian bawah yang menyerang jaringan paru atau atau parenkim paru oleh basil mycobakterium tuberculosis.

Penularan Dan Faktor-Faktor Resiko :

Tubercolosis ditularkan dari orang ke orang oleh transmisi melalui udara. Individu terinsfeksi melalui berbicara, batuk, bersin, tertawa atau bernyanyi, melepaskan droplet besar (lebih besar dari 100u) dan kecil (1 sampai 5 u). Droplet yang besar menetap, sementara droplet yang kecil tertahan diudara dan tertiup oleh individu yang rentan. Individu yang beresiko tinggi untuk tertular tuberculosis adalah :

  • Mereka yang kontak dekat dengan seseorang yang mempunyai TB aktif
  • Individu imunosupresif (Termasuk lansia, pasien dengan kanker, mereka yang dalam terapi kortikosteroid atau mereka yang terinfeksi dengan HIV)
  • Pengguna obat-obatan IV dan alkoholik
  • Setiap individu tanpa perawatan kesehatan yang adekuat (tunawisma, tahanan, etnik dan ras minoritas terutama anak-anak dibawah usia 15 tahun atau dewasa muda antara yang berusia 15-44 tahun)
  • Setiap individu dengan gangguan medis yang sudah ada sebelumnya (misalnya diabetes, gagal ginjal kronis, silikosis, penyimpangan gizi)
  • Setiap individu yang tinggal di institusi (misalnya fasilitas perawatan jangka panjang, institusi psikiatrik, penjara)
  • Individu yang tinggal didaerah perumahan substandar kumuh
  • Petugas kesehatan

Gejala umum yang timbul pada penderita TBC paru diantaranya

  • Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
  • Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
  • Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat. disertai dengan keluhan sakit dada.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  • Bila ada batuk ≥ 2 minggu
  • Nyeri dada
  • Sesak Nafas
  • Demam

Bila ada gejala seperti diatas segera periksakan ke dokter Penanganan TB Paru

  • Kontrol teratur sesuai jadwal
  • Obat dimakan sesuai aturan
  • Bila ada keluhan setelah makan obat TB, jangan berhenti sendiri. Segera konsultasi ke dokter. Karena kemungkinan ada efek samping obat
  • Bila batuk, mulut ditutup dengan menggunakan tissue atau sapu tangan.
  • Bila ada batuk darah segar, periksakan ke dokter dan hindari makanan yang merangsang batuk (makanan kering/ terlalu berminyak)

Diet (Makanan)

  • Makanan yang mengandung unsur karbohidrat (nasi, umbi-umbian, tepung, roti)
  • Protein Hewani : telur, ikan, daging, susu.
  • Protein Nabati : tahu, tempe, kacang-kacangan
  • Lemak (minyak, mentega/margarin)
  • Vitamin dan mineral (sayuran dan buah)
  • Air

Hal-hal yang perlu diperhatikan penderita TB Paru :

  • Perhatikan kebersihan   makanan yang dikonsumsi.
  • Masaklah dengan sempurna makanan yang anda masak, sebaiknya makanan disimpan dalam keadaan tertutup dan cucilah tangan sebelum makan.
  • Cukup mengkonsumsi sayuran dan buah.  Namun, hindari buah asam dan menimbulkan gas seperti : kedondong, nanas, durian, nangka.
  • Konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein (telur, susu, daging ayam, daging sapi, serta penambahan protein nabati) untuk mengganti sel-sel yang rusak.
  • OAT (Obat Anti Tuberkulosis) diminum dalam keadaan perut kosong (berkaitan dengan makanan telah dimetabolisme kurang lebih 2 jam sesudah makan).
  • Tidak ada pantangan/ larangan khusus penderita TB paru terhadap makanan kecuali penderita TB paru yang disertai dengan penyakit lain (Seperti : Diabetes Mellitus, Penyakit hati dan lain-lain). Pada keadaan ini segera konsultasi gizi.
  • Pada penderita TB Paru yang menyusui, ASI tetap diberikan kepada bayinya dengan memakai masker/ penutup mulut.
  • Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya berkaitan dengan penyembuhan TB Paru.