CEGAH AKI DENGAN DONOR DARAH

Tanggal : 03-Jul-2018 | Dilihat : 592 kali

Jakarta (03/07) – Pelayanan darah yang aman dan berkualitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Di Indonesia berdasarkan data rutin kesehatan keluarga tahun 2017 dengan persentasi 27,1 persen penyebab kematian ibu adalah perdarahan.

“Melihat angka tersebut, perlu adanya aksi masyarakat untuk mencegah perdarahan melalui donor darah. Semakin banyak donor darah sukarela secara rutin, maka kita dapat menurunkan Angka Kematian Ibu,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes saat membuka acara Peringatan Hari Donor Darah Sedunia dengan tema donor darah sebagai aksi solidaritas (3/7). 

Sejalan dengan hal tersebut, terdapat Program Kerja Sama antara Puskesmas, Unit Transfusi Darah dan Rumah Sakit dalam Pelayanan Darah. Hal ini bertujuan untuk menjamin tersedianya darah yang cukup bagi ibu hamil, melahirkan dan nifas, serta meningkatkan peran masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela. 

“Saat ini sebanyak 3437 Puskesmas melalui 175 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota telah menandatangani nota kesepahaman dengan UTD dan Rumah Sakit,” jelas Sekjen Kemenkes. 

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com