BLOOD JEK, SANG PENGAWAL NYAWA MASYARAKAT LUMAJANG

Tanggal : 23-Feb-2018 | Dilihat : 1359 kali

Blood Jek, suatu inovasi gagasan Unit Transfusi Darah (UTD) Kabupaten Lumajang dalam hal pelayanan darah berupa motor yang difungsikan sebagai sarana transportasi pengantar darah. Mekanisme dari blood jek ini dapat dilakukan dengan mudah layaknya masyarakat kekinian memesan sebuah ojek online. Masyarakat yang membutuhkan darah dapat melakukan pemesanan dengan menelepon ke PMI, dan selanjutnya petugas blood jek ini akan mengantarkan pesanan darah tersebut kepada pasien yang membutuhkan dengan cepat dan sigap dengan tetap memperhatikan jaminan kualitas darah tersebut.

Dengan kesigapan dan fungsi dari blood jek itu sendiri sebagai pembawa harapan dengan mengantarkan darah yang dibutuhkan oleh para pasien, kiranya  tagline “Sang Pengawal Nyawa”, dirasa bukan hal yang berlebihan. Blood Jek siap mengantarkan darah bagi pasien selama 24 jam dan tanpa dipungut bayaran.

Pada dasarnya Blood Jek ini bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan darah, seperti korban kecelakaan, pasien operasi, maupun pasien kegawatdaruratan lainnya yang membutuhkan bantuan tambahan darah. Namun, disamping itu ada manfaat utama yang turut mendasari munculnya inovasi ini, yaitu untuk menekan angka kematian ibu saat melahirkan. Karena tingkat angka kematian ibu saat melahirkan yang diakibatkan karena pendarahan di Kabupaten Lumajang masih terbilang tinggi, oleh karenanya hal ini mendorong tercetusnya ide inovasi tersebut. 

Kedepan, inovasi ini juga harus terus diimbangi dengan peningkatan managemen pengelolaan yang baik serta memperhatikan factor-faktor pendukung yang perlu juga dikembangkan. Semakin populernya layanan ini, tentunya permintaan masyarakat akan pelayanan darah dengan bantuan Blood Jek pun akan meningkat. Oleh karenanya mungkin dapat dicari solusi bagaimana meningkatkan stok darah di PMI yang harus dijaga benar ketersediaannya, sedia setiap saat. Mengingat penyimpanan darah sejak diambil dari pendonor hanya bisa bertahan selama 35 hari dan selebihnya sudah dianggap kadaluarsa, maka inovasi ini juga seharusnya dapat menarik partisipasi pendonor secara maksimal sehingga dapat menjamin kesediaan stok darah di PMI. **DNI

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan  Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com