BIMTEK PEMBIMBING AKREDITASI RUMAH SAKIT REGIONAL TENGAH DAN TIMUR

Tanggal : 25-Apr-2016 | Dilihat : 2927 kali

DENPASAR - Kegiatan Bimbingan Teknis Pembimbing Akreditasi RS Regional Tengah dan Timur ini dimaksudkan untuk menambah jumlah pembimbing Akreditasi RS, meningkatkan kemampuan tenaga pembimbing RS terutama SDM di RS dan sebagai asesor internal di Rumah Sakit masing-masing. Kegiatan serupa telah dilaksanakan pada tanggal 13-16 April 2016 di Jakarta yang dihadiri oleh 75 peserta.

Upaya kesehatan Kemenkes RI mempunyai sasaran meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas bagi masyarakat, dengan indikator pencapaian jumlah rumah sakit yang terakreditasi di tahun 2016 adalah 300 rumah sakit dari 800 RS di tahun 2019. Namun, dengan terus bertambahnya Rumah Sakit yang teregistrasi hingga triwulan II tahun 2015 sebanyak 2393 RS yang dirasakan kurang untuk melakukan pembimbingan terhadap RS yang teregistrasi saat ini. Maka bimbingan teknis pembimbing untuk akreditasi rumah sakit versi 2012 dipandang sebagai salah satu jawaban untuk hal tersebut. Diharapkan melalui Bimbingan Teknis Pembimbing Akreditasi ini. Jumlah pembimbing semakin meningkat sehingga mutu pelayanan rumah sakit meningkat dan sesuai standar akreditasi RS.

Sehubungan dengan target renstra 2015-2019 bahwa Rumah Sakit Kabupaten/Kota yang terakreditasi berjumlah 481 RS dengan sasaran RS terakreditasi Tahun 2016 adalah sebanyak 190 RS. Pencapaian RS terakreditasi sampai bulan April 2016 adalah 75 RS dari seluruh RS Terakreditasi di 62 Kabupaten/Kota (39,5%). Dalam mendorong pencapaian akreditasi RS, pemerintah telah menurunkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non fisik bagi rumah sakit di Indonesia dengan harapan pada tahun akhir ini RS tersebut terakreditasi. Pengguna Anggaran tersebut ditujukan selain untuk persiapan akreditasi seperti pelatihan, workshop, bimbingan dan survei simulasi. Anggaran DAK Non fisik TA 2016 tersebut juga ditujukan untuk survei akreditai RS. Diharapkan sebanyak 191 RS yang belum terakreditasi nasional 2012 akan dapat terakreditasi. Dengan demikian target indicator Kabupaten/Kota yang memiliki RS Terakreditasi dapat tercapai.

Selain Alokasi Anggaran yang dikucurkan untuk persiapan Akreditasi RS Target. Pemerintah pusat wajib menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat membantu/mendorong tercapainya indicator kinerja tersebut melalui anggaran pusat TA 206 telah direncanakan 2 kegiatan besar yaitu: 1. Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping di wilayah Barat, Tengah, dan Timur, 2. Peningkatan Kapasitas Survei Verifikator di Barat, Tengah, dan Timur.

Pertemuan Bimtek Pembimbing Akreditasi RS Regional Tengan dan Timur ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari dan diikuti oleh 125 orang peserta yang berasal dari 41 RS Pemerintah di Regional Tengah dan Timur Indonesia. Pada hari ketiga akan dilaksanakan praktik lapangan bekerja sama dengan RSUP Sanglah.

*Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-5277734 atau alamat e-mail: humas.yankes@gmail.com