ABK DAN PETA JABATAN, TOLAK UKUR PROFESIONALITAS ASN

Tanggal : 09-May-2018 | Dilihat : 142 kali

BEKASI – “Hasil perhitungan Analisis Beban Kerja (ABK) akan digambarkan dalam bentuk Peta Jabatan yang dapat digunakan sebagai tolak ukur bagi pegawai/ unit organisasi dalam melaksanakan kegiatannya, peningkatan kinerja kelembagaan serta penataan/ penyempurnaan struktur organisasi”, demikian disampaikan drg. Setiawaty, M.Kes, Direktur SDM, Umum dan Pendidikan RSUP Persahabatan mewakili Sekretaris Ditjen Pelayanan Kesehatan saat membuka Kegiatan ABK dan Peta Jabatan di Lingkungan Ditjen Pelayanan Kesehatan (7/5).

Drg. Setiawaty menambahkan bahwa di era globalisasi yang sarat dengan persaingan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien menuntut profesionalisme sumber daya aparaturnya. Namun, hal ini  masih belum terwujud sepenuhnya karena masih terdapat ketidaksesuaian antara kompetensi pegawai dengan jabatan yang didudukinya. Selain itu pendistribusian pegawai masih belum mengacu pada kebutuhan nyata organisasi atau beban kerja yang ada.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Setjen Kemenkes RI, Sundoyo, SH, MKM, M.Hum menyampaikan bahwa Keberadaan Jabatan Pelaksana (JP) atau Jabatan Fungsional (JF) yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsi unit kerjanya harus diperbaiki supaya benar penempatannya. Hal ini dikarenakan setiap pegawai akan mempertanggungjawabkan akuntabilitas kinerja sesuai dengan tingkat kesulitan, dampak, tanggung jawab dan persyaratan kualifikasi jabatannya.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari Kantor Pusat dan UPT di lingkungan Ditjen Pelayanan Kesehatan ini diharapkan dapat menyelesaikan peta jabatan untuk segera ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes).**ikj/iwj

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com